#pertanian#beritalampung

Harga Jagung di Lamsel Capai Rp5.350

Harga Jagung di Lamsel Capai Rp5.350
Petani jagung di Lamsel mengemas hasil panen. Lampost.co/Aan


Kalianda (Lampost.co) -- Harga jagung di Kecamatan Ketapang dan Sragi, Lampung Selatan, menembus Rp5.350 per kilogram. Kenaikan harga itu dampak dari serangan hama tikus. Namun, saat memasuki musim panen ini, produksi jagung justru turun hingga 35%. 0

Kondisi itu membuat petani di daerah tersebut bakal merugi. ''Harga jagung cukup tinggi, tapi sayang hasil panen turun pada musim ini. Bisa jadi tak dapat untung malah rugi,'' kata Basuki, petani Desa Sumberagung, Kecamatan Sragi, Senin, 12 Juli 2021. 

Menurut dia, serangan hama tikus yang terjadi sejak masa tanam hingga panen, membuat petani merugi. Sebab, petani harus menanam hingga dua kali. Padahal harga benih cukup mahal antara Rp80 ribu hingga Rp100ribu per kg. 

Petani jagung di Umbuldana, desa Bangunrejo, Kecamatan Ketapang, Eko, mengatakan serangan hama membuat hasil panen tidak optimal. "Hasil panen berkurang 35% dibanding saat panen Maret lalu," jelasnya.

Pada musim panen lalu lahannya masih menghasilkan 145 sak jagung glondongan. Namun, serangan tikus yang terjadi sejak pertengahan musim ini menyisakan jagung 100 sak.

"Serangan hama tikus ini hampir rata terjadi. Kami berupaya menanggulangi hama, tapi tidak membuahkan hasil. Dengan demikian, biaya yang dikeluarkan musim ini juga makin tinggi, Sehingga enggak dapat apa-apa musim ini,'' kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait