#HARGAJAGUNG#PERTANIAN#BERITALAMSEL

Harga Jagung di Empat Kecamatan Lampung Selatan Berangsur Turun

Harga Jagung di Empat Kecamatan Lampung Selatan Berangsur Turun
Memasuki panen raya harga jagung di kabupaten Lampung Selatan turun menjadi Rp 4.100/kg. Harga tersebut belum dipotong kadar air sebesar 20-15 persen. (Foto: Lampost.co/Aan Kridolaksono)


Kalianda (lampost.co) --  Harga jagung di empat kecamatan yaitu kecamatan Ketapang, Sragi, Penengahan, dan Palas, Lampung Selatan, yang memasuki masa  panen raya berangsur turun. Akibat kondisi itu, sejumlah petani jagung terancam merugi. Saat ini harga jagung di sejumlah gudang Rp4.100 per kilogram (kg) atau turun Rp 225/kg dari harga sebelumnya yang mencapai Rp4.325 per kg.

Petani jagung di dusun Trans Cilacap,  Desa Karangsari kecamatan Ketapang,  Lampung Selatan, Mulyono, mengatakan, satu pekan ini petani jagung di kecamatan Ketapang, Sragi, Penengahan, dan Palas memasuki masa  panen. Namun, saat panen, harga berangsur turun.

"Saat panen harga malah turun. Turunnya harga membuat kami was was. Bisa rugi," kata Mulyono di rumahnya, Selasa,  9 Maret 2021.

Ia menyatakan harga jagung basah kini Rp4.100 dan jumlah ini terbilang tinggi. Namun, harga tersebut belum dipotong kadar air yang mencapai 20-25 persen.

"Setelah dipotong kadar air dan potongan lain lain, paling banter hasil panen kami dihargai Rp 3.200/kg. Kalau harga turun terus bisa rugi," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Supri (40), petani jagung di desa Kemukus, kecamatan Ketapang. Menurutnya, petani jagung akan merugi jika harga bersih jagung dibawah Rp3.000/kg. Untuk itu, ia berharap pemerintah dapat membantu menstabilkan harga sehingga saat panen seperti ini petani tidak merugi.

"Kalau harga terus turun kami bisa rugi. Sebab masih 10 hari lagi saya baru panen. Apalagi upah buruh naik terus. Sekarang Rp 15ribu/karung. Dihitung mulai upah kupas, jahit, dan ngepok dan upah itu belum lagi untuk biaya mesin perontok jagung," pungkasnya. 

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait