#HargaSembako#HargaGula

Harga Gula Pasir di Pesisir Timur Lamsel Mulai Naik

( kata)
Harga Gula Pasir di Pesisir Timur Lamsel Mulai Naik
Seorang pedagang klontongan sedang membungkus gula pasir di Pasar Pesisir Timur, Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Lamsel, Sabtu, 7 Maret 2020. (Aan Kridolaksono/Lampost.co)

Kalianda (Lampost.co) -- Harga gula pasir di Pesisir Timur Lampung Selatan (Lamsel) mulai naik. Untuk saat ini harga komuditas tersebut mencapai Rp15 ribu per kilogram.

"Untuk stok gula putih di sini aman. Hanya harganya naik dari Rp12 ribu kini menjadi Rp14.500 per kilogram hingga Rp15 ribu per kilogram," ujar Sutino, salah satu pedagang di wilayah tersebut, Sabtu, 7 Maret 2020.

Ia mengatakan kelangkaan gula putih di Bandar Lampung dan Kecamatan Natar, Kabupaten Lamsel, tidak terjadi di wilayah itu. Stok gula putih di pedagang grosir sembako pada sejumlah pasar tradisional di Kecamatan Ketapang, Sragi, Bakauheni dan Penengahan, lebih dari cukup.

"Kalau kiriman dari penyuplai atau agen gula putih masih mencukupi. Stok juga normal. Tidak ada permasalahan, hanya saja sejak pekan lalu harga sudah naik hingga Rp2.500-Rp3 ribu per kilogram, kata Sutino.

Hal senada diungkapkan Yudiawan, pemilik toko klontongan, di pasar inpres Bakauheni. Menurutnya di Bakauheni tidak terjadi kelangkaan gula putih namun harganya mengalami kenaikan signifikan dari Rp12 ribu menjadi Rp15 ribu per kilogram.

"Permintaan konsumen masih berjalan normal, cuma harganya yang naik," kata Yudi.

Ia menyebutkan sampai saat ini pedagang sembako belum terpengaruh kelangkaan gula pasir yang terjadi di Bandar Lampung dan Kecamatan Natar. Namun, ia mengatakan menjelang hari raya keagamaan dan bulan puasa harga kebutuhan pokok masyarakat di pasaran fluktuatif atau naik turun.

Ia menambahkan selain gula pasir, harga telur ayam ras juga naik dari Rp24 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram. Namun, harga minyak goreng curah justru turun dari Rp13 ribu menjadi Rp12 ribu per kilogram.

"Belum ada kelangkaan sampai saat ini, cuma harga fluktuatif," tutupnya. 

EDITOR

Abdul Gafur

loading...

Berita Terkait

Komentar