#EKBIS#BERITABANDARLAMPUNG#HARGAGULA

Harga Gula di Lampung Stabil Jelang Ramadan 

Harga Gula di Lampung Stabil Jelang Ramadan 
Ilustrasi: google image


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Harga gula pasir di sejumlah pasar di Bandar Lampung menjelang ramadan cenderung stabil. Hal itu terlihat dari harga jual yang diberikan oleh pedagang yakni Rp12.500 per kilogram (kg).

Harga tersebut terpantau di sejumlah pasar seperti Pasar Pasir Gintung, Panjang, dan Cimeng. "Masih Rp12.500 saya jualnya, belum ada tanda-tanda naik sih kalau sekarang. Semoga aja begini terus ya," kata Suryati, pedagang di Pasar Pasir Gintung, Senin 5 April 2021. 

Untuk stok, ia juga mengatakan distributor masih memberikan layanan untuk mengisi stok. "Kami juga masih ditawari untuk tambah stok," ujarnya. 

Di Pasar Koga, gula pasir terpantau masih dengan harga yang sama yakni Rp12.500. Pedagang mengakui harga gula hingga kini belum ada kenaikan. 

"Harga masih normal di sini. Tetapi, kalau yang sudah-sudah menjelang ramadan bakal naik dan enggak jarang juga stok menipis," kata Yanto (50), pedagang di pasar Koga. 

Namun, berbeda dengan Pasar Wayhalim, dimana sejumlah pedagang mengatakan bahwa harga gula pasir saat ini sudah berada di angka Rp13.500 per kg.

"Ini kemungkinan naik lagi. Kalau stok sih aman sampai sekarang. Kami juga rencana untuk stok lagi takut langka kayak tahun lalu," ujar Warsini (44).

Menyikapi hal tersebut, Perum Bulog Kanwil Lampung menyediakan stok gula yang memenuhi harga standar menjelang ramadan 2021. 

Kepala Perum Bulog Divisi Regional Lampung, Faisal, menjelaskan, harga acuan gula pasir di tingkat konsumen sebesar Rp12.500 per kg.

Sedangkan berdasarkan data pengamatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), dari Februari 2021, gula pasir tak mengalami kenaikan yang signifikan. Sebab harga acuannya Rp13 ribu.

“Kami upayakan ketersediaan gula di Lampung aman. Kebutuhan menjelang bulan ramadan seperti beras dan daging terpenuhi,“ katanya.

Faisal menerangkan selain stok dari Bulog, terdapat serapan dari PTPN 7 dan sejumlah perusahaan swasta di Lampung. 

"Kalau untuk stok sendiri, lebih dari 60 ribu ton. Ini akan terus bertambah seiring penggilingan tebu," ujarnya. 
 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait