#ntp#nilaigkp

Harga GKP Naik, Nilai Tukar Petani Lampung Turun 0,17 Persen

Harga GKP Naik, Nilai Tukar Petani Lampung Turun 0,17 Persen
BPS Lampung catat Nilai Tukar Petani Lampung turun 0,17 persen. (Foto:dok.BPS)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Lampung pada Juni 2022 sebesar 104,49 atau turun 0,17 persen, NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat merupakan yang tertinggi dengan nilai 116,18.

Kepala BPS Provinsi Lampung, Endang Retno Sri Subiyandani menjelaskan, NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).

"NTP merupakan salah satu indikator untuk menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi," ujarnya berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Lampung Post, Senin, 4 Juli 2022.

NTP Provinsi Lampung pada Juni 2022 sebesar 104,49 atau turun 0,17 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami kenaikan sebesar 1,64 persen sedangkan indeks harga yang diterima petani (It) mengalami kenaikan yang lebih rendah dibandingkan Ib yaitu 1,46 persen.

NTP Provinsi Lampung Juni 2022 untuk masing-masing subsektor tercatat Subsektor Padi dan Palawija (NTP-P) (92,75), Hortikultura (NTP-H) (116,25), Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-Pr) (116,18), Peternakan (NTP-Pt) (105,07), Perikanan Tangkap (109,83), dan Perikanan Budidaya (99,39).

Pada Juni 2022 terjadi peningkatan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) Provinsi Lampung sebesar 2,07 persen, yang disebabkan oleh kenaikan indeks kelompok makanan, minuman dan tembakau.

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Lampung Juni 2022 sebesar 107,22 atau naik 1,08 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya. 

Harga Gabah Kering Panen Meningkat

Sementara itu, harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani pada Juni 2022, naik sebesar 5,46 persen dari Rp4.015,38 per kg menjadi Rp4.234,48 per kg. Begitu juga dengan harga beras tingkat penggilingan kualitas medium mengalami peningkatan 1,71 persen.

"Selama Juni 2022, Survei Harga Produsen Gabah mencatat 49 observasi dengan kelompok gabah kualitas Gabah Kering Giling (GKG) sebanyak 20 observasi (40,82 persen), dan Gabah Kering Panen (GKP) sebanyak 29 observasi (59,18 persen)," kata Kepala BPS Lampung.

Harga gabah tertinggi di tingkat petani mencapai Rp5.000 per kg pada gabah kualitas GKP dengan Varietas Ciherang yang terdapat di Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah. Harga tersebut lebih tinggi dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yaitu Rp4.200 per kg.

Sedangkan harga gabah terendah mencapai Rp3.850 per kg pada gabah kualitas GKP dengan Varietas Muncul terdapat di Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan.

Di tingkat penggilingan, harga gabah tertinggi Rp5.200 per kg pada gabah kualitas GKG dengan Varietas Inpari32 terdapat di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur.

Sedangkan harga gabah terendah kelompok kualitas GKG yaitu Rp4.700 per kg dengan Varietas Inpari dan Ciherang, masing-masing terdapat di Kecamatan Ambarawa dan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu. Harga tersebut di atas HPP yaitu Rp4.250 per kg.

Harga gabah di tingkat petani kualitas GKP naik di bulan Juni 2022. Kenaikan rata-rata harga kelompok kualitas GKP di tingkat petani sebesar 5,46 persen dari Rp4.015,38 per kg menjadi Rp4.234,48 per kg. Dengan kelompok kualitas
yang sama, harga gabah di tingkat penggilingan naik sebesar 5,04 persen dari Rp4.137,18 per kg menjadi Rp4.345,86 per kg.

Selama Juni 2022, survei harga beras di penggilingan mencatat 22 observasi yang terdapat di 5 kabupaten terpilih. Berdasarkan kualitas beras, observasi yang dilakukan didominasi beras kualitas Premium. Berdasarkan jenis beras yang diperjual belikan didominasi oleh Ciherang.

Harga beras tertinggi di tingkat penggilingan mencapai Rp11.000, per kg untuk kualitas Premium. Sementara itu, harga beras terendah yang diperjual belikan bulan ini mencapai harga Rp7.800, per kg untuk beras kualitas medium.

Rata-rata harga beras tingkat penggilingan kualitas medium mengalami kenaikan sebesar 1,71 persen, sedangkan harga beras tingkat penggilingan kualitas premium turun sebesar 2,10 persen. 

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait