#hargagabah#ekbis#beritalampura

Harga Gabah di Lampura Naik Jadi Rp4.400 Per Kilo

( kata)
Harga Gabah di Lampura Naik Jadi Rp4.400 Per Kilo
Ilustrasi gabah kering panen. Foto: Google Images


Kotabumi (Lampost.co): Setelah sebelumnya harga gabah kering panen (GKP) di Kabupaten Lampung Utara pada Agustus 2020 dikisaran Rp3.500 per kg, pada awal September 2020 harga GKP naik di angka Rp4.400 per kg.

"Harga GKP tertinggi pada Mei 2020 lalu, dari sebelumnya Rp4 ribu per kg naik menjadi Rp5 ribu per kg. Panen Juni 2020 anjlok di kisaran Rp3.500 per kg dan harga tersebut bertahan sampai Agustus. Awal September 2020 harga GKP merangkak naik di kisaran Rp4.400 per kg," ujar petani padi sawah, warga Desa Sumberarum, Kecamatan Kotabumi, Karyadi, dikediamannya, Kamis, 10 September 2020.

Saat harga GKP anjlok, rata-rata petani padi di desanya menyimpan sebagian gabah di gudang. Gabah baru akan dijual bila ada keperluan keluarga mendesak atau harga mengalami kenaikan. 

"Dengan harga Rp4.400 per kg, saya menjual sebagian gabah yang di simpan di gudang," kata dia.

Dia mengaku, dengan harga GKP di kisaran Rp3.500 per kg, secara finansial bila dikalkulasikan tidak sebanding dengan pendapatan untuk standar hidup layak. Walaupun, dengan harga itu petani masih menikmati sedikit keuntungan dari hasil keringatnya.

Perhitungannya dalam 1 hektare (ha) areal sawah, modal yang dikeluarkan petani mulai dari pembelian bibit, upah tanam, pupuk, pestisida maupun biaya pembersihan lahan berkisar Rp5--6 juta. Produktivitas hasil panen selama 4 bulan pemeliharaan berkisar 5 ton padi untuk varietas inhibrida. Jika dihargai Rp3.500 per kg, maka didapat hasil Rp17,5 juta per ha. Bila dipotong modal terkecil Rp5 juta diperoleh keuntungan bersih Rp12,5 juta per ha, dibagi 4 bulan masa pemeliharaan, maka hasil yang di terima Rp3,125 juta per bulan.

Terpisah, Aneng, pedagang pasar sentral Kotabumi mengaku di pasaran harga beras relatif stabil. Untuk kwalitas medium, masih dikisaran harga Rp9.800 per kg sampai Rp10 ribu per kilo.

"Harga beras relatif stabil. Saat ini belum terjadi lonjakan harga signifikan," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...


Berita Terkait



Komentar