#LEBARAN#HARGADAGING

Harga Daging Sapi Berangsur Turun pada Hari Keempat Idulfitri

Harga Daging Sapi Berangsur Turun pada Hari Keempat Idulfitri
Ilustrasi daging dijual di Pasar. Medcom.id/Zainal Airifin


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Harga daging sapi di sejumlah pasar yang ada di Bandar Lampung menunjukkan penurunan memasuki Idulfitri hari keempat. Seperti halnya di pasar Wayhalim, sejumlah pedagang daging sapi mengatakan bahwa kenaikan dirasakan sejak H-3 lebaran dimana biasanya Rp120 ribu/kg menjadi Rp140 ribu/kg.

"Tapi sekarang ini sudah berangsur baik, kalau daging sapi khas kami jual Rp135 ribu/kg dan ada juga yang Rp130 ribu/kg," kata Khorib (55), pedagang daging sapi di pasar Wayhalim, Minggu, 16 Mei 2021. 

Hal serupa dikatakan oleh pedagang di pasar Pasir Gintung, dimana harga daging sapi mulai menunjukkan penurunan. 

"Udah jadi kebiasaan jelang lebaran itu pasti harga naik karena permintaan juga meningkat tajam. Tapi sekarang ini mulai berangsur turun," ujar Jamil (60).

Ia mengatakan, bahwa saat ini ia menjual daging sapi seharga Rp125 ribu per kg hingga Rp130 ribu per kg. 

"Meski sudah masuk hari ke empat lebaran, tapi penjualan masih cukup banyak. Masih ada masyarakat yang beli untuk keperluan seperti buat bakso dan sebagainya," jelasnya. 

Tak hanya daging sapi, di pasar yang sama, harga daging ayam juga mulai menunjukkan penurunan. Romila (40), pedagang ayam potong, mengatakan harga ayam mulai menurun sejak Idulfitri hari ketiga. 

"Dari kemarin, sebelumnya itu satu ekor yang besar menyentuh Rp50 ribu, yang biasanya hanya Rp40 ribu. Alhamdulillah sekarang kembali lagi jadi Rp40 ribu," paparnya. 

Menurut Romila, harga ini akan terus menurun tiap harinya. 

"Ini besok juga udah mormal lagi Rp40 ribu satu ekor yang besar, dan Rp30 tibu untuk ayam yang ukuran sedang," jelasnya. 

Hal serupa terpantau untuk pedagang telur ayam ras. Sebelum Idulfitri, harga telur ayam menyentuh Rp24 ribu/kg. Dan saat ini sudah Rp23 ribu/kg. 

"Sebelum lebaran itu permintaan meningkat banyak yang buat kue dan sebagainya. Ini sejak lebaran kedua sudah normal menjadi Rp23 ribu/kg," papar Maladi (33). 

Menyikapi hal tersebut, masyarakat mengatakan dengan harga yang cenderung normal memberikan kenyamanan kepada masyarakat saat berbelanja. 

"Kalau dibandingkan tahun lalu (2020) benar-benar menyulitkan sekali. Selain bahan pokok banyak yang langka, juga harga yang melambung tinggi. Tapi, alhamdulillah sekarang masih cenderung normal," jelas Okta (27).

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait