cabai

Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu per Kilogram
Harga cabai di pasar tradisional Kecamatan Ketapang, Lamsel tembus Rp100 ribu per kg, Senin, 28 Desember 2020. (dok)


Kalianda (Lampost.co) -- Mengakhiri tahun 2020, harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lampung Selatan masih melambung tinggi hingga menembus Rp100 ribu per kg. 

Salah satu pedagang di pasar tradisional Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Karwiyem (50) mengakui sudah sebulan ini harga cabai tak menunjukkan penurunan sama sekali. 

"Dari awal bulan harga cabai yang semula Rp40 ribu per kg terus naik sampai akhir bulan ini harga sampai Rp100 ribu per kg," kata Karwiyem kepada lampost.co, Senin, 28 Desember 2020. 

Ia menuturkan harga cabai naik membuat pendapatannya menurun akibat daya beli masyarakat juga menurun.

"Enggak tahu kapan cabai turun. Akibat harga tinggi pelanggan juga mengurangi pembeliannya," katanya. 

Menurutnya, harga cabai sebelum  Natal dan menjelang tahun baru terus mengalami kenaikan disebabkan faktor tingginya permintaan dan minimnya pasokan dari petani akibat pengaruh cuaca hujan. 

"Harga cabai berbagai jenis sekarang masih tinggi dipasaran. Penyebabnya karena permintaan masyarakat yang tinggi, sementara pasokan turun dratis," ujarnya. 

Tingginya permintaan cabai, ujar pengepul cabai di Kecamatan Ketapang, Yatno Sumber (53), ramainya warga menggelar hajatan maupun resepsi selain    bersamaan dengan hari Natal dan pergantian tahun. 

Sedangkan stok cabai yang ada di tingkat pengepul di pasar tradisional diborong pembeli sehingga harga mengalami kenaikan yang mengakibatkan stok terbatas. 

"Kalaupun ada penambahan masih belum memenuhi kebutuhan. Sehingga harga cabai bertahan tinggi," ungkapnya. 

 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait