cabai

Harga Cabai di Liwa Masih Normal

Harga Cabai di Liwa Masih Normal
Petani cabai di Liwa. (Lampost.co/Eliyah)


LIWA (Lampost.co) -- Sekitar 100-an meter menelusuri jalan tanah yang kondisinya sedikit licin karena habis disiram hujan, tampaklah sejumlah gubuk petani di hamparan sayuran yang terdiri berbagai jenis tanaman hortikultura sekitar 2 km dari pusat Kota Liwa. 

Ada tanaman tomat, kol, sawi, terong, cabai, dan lainnya. Di sela hamparan sayuran itu, terdapat dua bidang lahan tanaman cabai yang telah memasuki masa panen. 

Lampost.co, Selasa (29/12/2020), mencoba untuk menghampiri gubuk selaku pemilik tanaman cabai yang terlihat sedang mengalami masa panen itu. Namun di gubuk itu, meskipun ada penghuninya tetapi pemilik tanaman cabainya sedang tidak ada di tempat.

Lampost.co kembali melanjutkan perjalanan. Sekitar 400 meter dari gubuk pertama itu, dari kejauhan juga tampak hamparan tanaman cabai yang terlihat telah mulai memerah siap untuk dipanen. Di tengah kebun cabai itu, terdapat sebuah gubuk berukuran sekitar 2 x 3 meter. Sekitar 10 meter dari gubuk itu, terdengar suara sayub-sayub obrolan santai yang ternyata dilakukan oleh dua petani dari dalam gubuk itu.

Lampost.co lalu menyapa dan kemudian ikut nimbrung bersama kedua petani yang memang sama-sama sedang mengalami masa panen itu. Kedua petani itu ternyata adalah M Pandiangan dan Sulimin, warga lingkungan Seranggas, Kelurahan Pasar Liwa.

M Pandiangan mengaku jika dirinya sedang memasuki masa panen cabai seluas hampir setengah hektare. Sedangkan rekannya Sulimin menggarap lahan sekitar 9 rantai kurang dari setengah hektare. Keduanya adalah petani dengan sistem bagi hasil kepada pemodal. 

M Pandiangan mengaku, sejak menjalani aktifitas sebagai petani ia sudah berkali-kali menanam cabai secara tumpang sari dengan tomat. Setelah tomat selesai, lalu dilanjutkan panen cabai. 

Kali ini harga panen, kata dia, terakhir metik yaitu pada Sabtu lalu saat itu harga di tingkat petani masih Rp45 ribu/kg. Harga Rp45 ribu per kilo di petani, menurutnya, itu sudah termasuk bagus untuk cabai jenis ramping. 

"Kalau disini petani rata-rata tanam cabai ramping atau cabai keriting hibrida. Bukan keriting lokal," kata Pandiangan. 

Cabai keriting lokal itu banyak dibudidayakan di daerah Palembang, Tanggamus, dan daerah lainnya. Sedangkan petani di Lambar jarang menanam cabai keriting. 

"Kalau cabai keriting lokal harganya memang beda lebih mahal ketimbang cabai ramping yang kebanyakan dibudidayakan petani di Lambar. Cabai keriting memang lebih mahal ketimbang cabai ramping namun petani di Lambar lebih condrong menanam cabai ramping," kata dia.

Meskipun di daerah lain harga cabai sedang tinggi bahkan mencapai Rp100 ribu/kg di pasaran, tetapi harga itu tidak menjadi patokan bagi petani di Lampung Barat sebab jenis cabainya memang berbeda.

Akan tetapi untuk saat ini, dengan harga cabai Rpp45 ribu/kg di tingkat petani di Lambar, itu sudah termasuk bagus. Karena dengan harga segitu maka petani pun sudah mendapat untung. 

Meskipun masa panen ini belum selesai dan dengan harga Rp45 ribu/kg, sambil senyum sumringah, ia mengaku bersyukur karena harga ini adalah berkah dalam menghadapi Natalan ini. 

"Yang penting jangan di bawah Rp25 ribu/kg karena harga Rp25 ribu itu adalah harga untuk mengembalikan modal saja," lanjut dia.

Hal yang sama diakui oleh Sulimin. Menurutnya, harga cabai jenis ramping Rp45 ribu/kg ini sudah termasuk baik ketimbang beberapa bulan sebelumnya. 

Namun ia mengaku, jika hasil panennya saat ini belum beruntung karena kondisi tanaman kurang produksi akibat pengolahan lahan sejak awal kurang maksimal. 

Di sisi lain, salah seorang pedagang pengumpul dan pengecer Topo, mengaku harga cabai di tingkat petani di Liwa sejak dua hari ini mulai berangsur turun. Karena banyak daerah lain yang sudah mulai panen memasok ke Liwa. 

Harga cabai di tingkat petani di seputaran Liwa saat ini berkisar Rp40-45 ribu/kg bergantung dengan kualitasnya dan di Liwa umumnya adalah cabai jenis ramping.

Sedangkan untuk cabai keriting Rp55 ribu/kg di tingkat petani. Namun untuk Liwa sangat jarang petani menanam cabai keriting. Jika ada cabai keriting, itu umumnya dipasok dari wilayah Palembang dan Krui dengan harga di pasar rata-rata Rp60 ribu/kg. 
 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait