#beritalampung#beritalampungterkini#hargaberas#kenaikanharga

Harga Beras di Bandar Lampung Naik karena Stok Menipis

Harga Beras di Bandar Lampung Naik karena Stok Menipis
Pedagang di Pasar Tamin yang sedang menunggu pembeli. Lampost.co/Yudi Wijaya


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Harga beras di sejumlah pasar tradisional Bandar Lampung kembali naik Rp500 per kilogram untuk kemasan 5 kg dan Rp400/kg untuk kemasan 10 kg. Kenaikan akibat belum memasuki masa panen.

"Harga beras beberapa hari ini mengalami kenaikan Rp400--Rp500 per kilo," kata Nurika, salah satu pedagang beras di Pasar Tamin, Kamis, 6 Oktober 2022.

Baca juga: Peningkatan Mutu Kawasan Wisata Dinilai Menjawab Tantangan Industri Pariwisata 

Menurut dia, kenaikan tersebut terjadi pada beras kemasan sepuluh kilogram yang biasa dijual Rp116 ribu menjadi Rp120 ribu. Sementara itu, untuk harga beras ketengan dengan merek Barokah (BK) Rp11 ribu/kilogram (kg). “Yang tadinya harga ketengannya dijual di kisaran Rp10 ribu sekarang Rp11 ribu per kilo," ujarnya.

Hal senada dikatakan, Suryadi, pedagang di Pasar Cimeng. Menurut dia, harga beras kembali naik Rp500 per kilo untuk yang kemasan 5 kg dan Rp400 untuk yang kemasan 10 kg. Beras merek Raja Udang yang sebelumnya Rp116 ribu/10 kg-nya sekarang Rp120 ribu per 10 kg-nya.

Menurut dia, kenaikan harga ini diakibatkan stok beras hasil panen musim sebelumnya sudah semakin menipis. Kondisi itu sudah biasa kalau stok gabah menipis dan belum memasuki masa panen harga akan naik. "Biasanya kalau sudah mulai masa panen kembali harga otomatis turun," ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait