#kebutuhanpokok#cabai#beras#bbm

Harga Beras dan Cabai di Kotabumi Lampura Mulai Terdongkrak Penaikan BBM

Harga Beras dan Cabai di Kotabumi Lampura Mulai Terdongkrak Penaikan BBM
Pedagang beras di Pasar Sentral Kotabumi, Lampura. Lampost.co/Hari Supriyono


Kotabumi (Lampost.co) -- Harga kebutuhan pokok seperti beras dan bumbu dapur di Pasar Sentral Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) mulai beranjak naik dampak penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada Sabtu, 3 September 2022, kemarin. 

Salah satu pedagang, Dedi Purnomo (50) mengatakan, beras kemasan 10 kilogram (kg) semua merek naik rata-rata Rp5 ribu sampai Rp10 ribu/karung. 

"Beras kemasan 10 kg merek Kembang KOL dijual seharga Rp118 ribu atau naik dari harga sebelumnya Rp110 ribu. Beras merek Srikaya Rp108 ribu/10 kg dari harga sebelumnya Rp102 ribu. Kemudian cap Gurame dijual seharga Rp105 ribu/10 kg dari harga sebelumnya Rp 105 ribu," ungkap dia, Minggu, 4 September 2022.

Baca: BBM Naik, Harga Cabai di Bandar Lampung Kembali ke Rp80 Ribu

 

Kenaikan dimulai dari pihak distributor dengan alasan meningkatnya ongkos penyaluran akibat penaikan harga BBM.

"Untuk harga beras eceran, baik kualitas peremium sedang maupun yang biasa malah masih menggunakan harga lama atau tidak mengalami kenaikan," katanya.

Sementara itu, kenaikan harga juga terjadi pada bumbu dapur seperti cabai merah besar dan cabai kecil/rawit.

Pedagang sayuran, Ariyanti (40) mengatakan, kenaikan harga cabai sudah terjadi dalam tiga hari terakhir. Harga cabai merah besar Rp80 ribu/kg, naik dari harga sebelumnya Rp60 ribu/kg. Sedangkan harga cabai kecil Rp60 ribu/kg dari harga sebelumnya Rp55 ribu/kg.

"Kenaikan harga cabai semenjak ada wacana kenaikan harga BBM beberapa hari lalu," katanya.

Menurutnya, kenaikan harga cabai didorong oleh meningkatnya biaya pengiriman pasokan yang memang berasal dari Kabupaten Lampung Barat (Lambar). 

"Harga jual bawang putih dan bawang merah masih stabil, karena kami menghabiskan stok lama. Tapi tidak menutup kemungkinan akan ikut naik," kata dia.

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait