#bbm

Harga BBM Bisa Turun pada Mei jika Sesuai Aturan

( kata)
Harga BBM Bisa Turun pada Mei jika Sesuai Aturan
Ilustrasi BBM. Foto : MI/Panca


Jakarta (Lampost.co) -- Jika mengacu pada formula yang berlaku di Indonesia saat ini, harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai bisa turun pada Mei mendatang. Dalam formula perhitungan harga BBM teranyar yang ditetapkan Menteri ESDM Arifin Tasrif diatur harga BBM yang berlaku akan mengacu pada pergerakan harga minyak dunia pada dua bulan sebelumnya.

Hal itu dikemukakan mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini dalam diskusi virtual, Senin, 27 April 2020. Manurut dia, harga BBM yang berlaku saat ini memang sudah selayaknya karena mengikuti formula yang ada. Sebab harga BBM April akan mengacu pergerakan harga minyak di saat belum anjok seperti saat ini.

"Memang harganya (Pertamax) juga segitu Rp9.000 untuk perhitungan parameter dua bulan lalu," katanya.
 
Namun, begitu masuk Mei, ujarnya, dengan mengikuti patokan pergerakan harga minyak dunia di Maret yang mulai melemah seharusnya harga BBM bisa turun.

Dia membuat simulasi, misalnya untuk Mei dengan parameter 25 Februari-24 Maret dengan kondisi kurs rata-rata Rp15.300 per dolar AS dan perhitungan patokan harga pembelian minyak impor Mean of Platts Singapore (MOPS) 50 dolar AS per barel serta harga minyak Indonesia (ICP) 40 dolar AS per barel, maka harga BBM untuk RON 92 seperti Pertamax bisa Rp7.100 per liter.

Demikian juga untuk perhitungan Juni dengan parameter 25 Maret-24 April. Dengan kondisi kurs rata-rata Rp15.800 per dolar AS dan MOPS 35 dolar AS per barel serta ICP 27 dolar AS per barel, maka harga BBM bisa Rp5.650 per liter.

"Per 1 Mei harusnya Pertamina, Total, AKR, Shell sudah bisa jual Rp7.000-an, begitu juga Juni pakai data ini, berarti harganya nanti Rp5.500-an," katanya.

Rudi mengatakan harga BBM yang berlaku di Indonesia pun tidak bisa dibandingkan dengan negara lain karena memiliki formula yang berbeda. Misalnya saja, di Malaysia patokannya menggunakan perhitungan fluktuasi harga minyak dunia setiap minggu.

"Indonesia sekarang masih Rp9.000-an sementara di Malaysia sudah rendah karena di sana menggunakan kurun waktu satu minggu. Jadi memang mesti bersabar menunggu yang Rp9.000-an itu menjadi Rp5.500-an karena aturan menteri mengatakan dua bulan," ujarnya.

EDITOR

Medcom

loading...




Komentar


Berita Terkait