#bawang#komoditas

Harga Bawang di Bandar Lampung Mulai Naik

( kata)
Harga Bawang di Bandar Lampung Mulai Naik
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Stok bawang merah dan putih yang mulai menipis mengakibatkan harga komoditas bumbu dapur itu di sejumlah pasar tradisional Bandar Lampung mulai naik. Jika sebelumnya pasokan bawang di Bandar Lampung mencapai 7 ton, kini menurun hingga 50 persen.

Sunaryo, pemilik gudang distribusi bawang di Bandar Lampung, mengaku kebutuhan bawang merah mengalami peningkatan, tetapi pasokan justru berkurang. Hal tersebut membuat harga bawang kian meroket.

"Sekitar 5 hari ini bawang merah agak susah, hari ini saja bawang yang masuk cuma 3 ton, biasanya 7 ton," ujarnya saat ditemui di gudang miliknya, Jalan Blora, Segalamider, Tanjungkarang Barat, Kamis, 19 Desember 2019.

Menurut dia, menurunnya pasokan dikarenakan terkena dampak kemarau yang terjadi beberapa waktu lalu. Kondisi itu mengakibatkan keterlambatan panen di tingkat petani sehingga untuk memenuhi stok bawang dengan mengimpor dari Tiongkok.

"Bawang merah di sini disuplai dari Brebes dan Nganjuk. Stok dari sananya memang sudah kurang. Kesulitan ini tidak hanya menjelang tahun baru, tapi karena kemarin kemarau panjang jadi hasilnya kurang maksimal dan panenya lambat. Sedangkan kalau bawang putih impor dari Tiongkok," katanya.

Pihaknya memperkirakan kenaikan harga ini tidak akan berlangsung lama, biasanya hanya terjadi sebulan. Sebab, dengan telah masuknya musim hujan, para petani mulai menanam kembali sehingga stok bawang akan segera pulih.

"Kenaikan harga ini mengikuti pasokan. Jika di sana naik, di sini juga naik. Jika di sana turun, di sini mengikuti. Namun, 2 sampai 3 minggu lagi sudah mulai stabil," katanya.

Sunaryo mengaku sudah puluhan tahun menjadi distributor bawang untuk mendistribusikan ke pasar tradisional di Bandar Lampung, mulai dari Pasar Panjang, Kangkung, Pasirgintung, SMEP, dan Tamin.

"Kalau saya ini titipan saja, kalau orang enggak minta, enggak saya ambilin. Sekali distribusi ke satu pasar juga bergantung permintaan, rata-rata paling 100 kantong bisa 2 ton," katanya.

Sementara itu, Indah (20), salah seorang pedagang di Pasar Pasirgintung, mengatakan menjelang Natal dan Tahun Baru 2019 ini terdapat beberapa harga barang yang mulai beranjak naik. “Sudah ada yang naik harganya, cabai merah biasa sekarang harganya Rp30 ribu per kg dari sebelumnya Rp25 ribu, cabai caplak menjadi Rp45 ribu dari Rp35 ribu, dan cabai jengki Rp25 ribu per kg. Begitu juga bawang merah Rp35 ribu, bawang putih Rp30 ribu, tomat Rp12 ribu atau rata-rata naik Rp5 ribu. Sudah mau musim sujan jadi stok sedikit, kalau hujan petani enggak ada yang dipanen, malahan tanaman rusak semua,” ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...

Berita Terkait

Komentar