#beritalampung#beritalampura#ekbis

Harga Bahan Pangan di Pasar Tradisional Lampura Alami Kenaikan

Harga Bahan Pangan di Pasar Tradisional Lampura Alami Kenaikan
Ilustrasi. Harga beras di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Lampung Utara naik, Kamis, 9 Agustus 2022. Foto: Google Images


Kotabumi (Lampost.co): Harga bahan pangan di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Lampung Utara mengalami kenaikan pada Kamis, 11 Agustus 2022. Kenaikan harga terjadi pada beras, tepung terigu, dan telur ayam ras.

Pemantauan Lampost.co di sejumlah pasar, harga beras curah mengalami kenaikan harga Rp1.000 per kilo. Untuk harga beras jenis kualitas premium saat mencapai Rp14 ribu per kilo dari sebelumnya Rp13 ribu per kilo. Untuk kualitas sedang naik menjadi Rp13 ribu per kilo dari sebelumnya Rp12 ribu per kilo. Sementara beras kualitas standar naik seharga Rp11 ribu per kilo dari seblumnya Rp10 ribu per kilo.

Selain beras curah, harga beras kemasan juga turut mengalami kenaikan seperti beras kemasan merek Kembang Kol ukuran 5 kilo dari semula seharga Rp58 ribu menjadi Rp63 ribu.

Selanjutnya, kenaikan harga juga terjadi pada tepung terigu dari harga semula Rp10 ribu per kilo menjadi Rp12 ribu per kilonya. Kemudian kenaikan harga juga terjadi pada telur ayam ras dari sebelumnya Rp28 ribu per kilo menjadi Rp30 ribu per kilo.

Sementara itu, harga kebutuhan bumbu dapur mengalai penurunan dalam kurun dua pekan terakhir. Penurunan harga bumbu dapur terjadi pada bawang merah dan cabai.

Menurut Dayat (45), seorang pedagang bawang di Pasar Sentral Kotabumi, Lampung Utara, penurunan harga bawang dalam dua pekan terakhir ini terjadi karena harga dari tingkat distributor atau pemasok juga turun.

"Untuk harga bawang merah dijual Rp30 ribu per kilo dari harga sebelumya mencapai Rp55 ribu per kilo. Sementara harga bawang putih dijual segarga Rp20 ribu per kilo dari harga sebelumnya Rp24 ribu per kilo," katanya.

Penurunan harga juga terjadi pada cabai merah besar dari semula Rp80-100 ribu per kilo menjadi Rp65 ribu per kilo. Lalu harga cabai rawit dari semula Rp80-100 ribu per kilo menjadi Rp60 ribu per kilo.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait