#hargaudang#petambakudang#ekbis

Harga Anjlok, Petambak Udang Vaname di Rawajitu Timur Merugi

Harga Anjlok, Petambak Udang Vaname di Rawajitu Timur Merugi
Ilustrasi udang Vaname. Foto: Google Image

MENGGALA (Lampost.co) -- Petambak udang di Kampung Bumidipasen Jaya, Kecamatan Rawajitu Timur, Tulangbawang mengeluh, lantaran harga jual udang tidak sesuai dengan harapan. 

Harga udang dengan ukuran atau size 60 per kilogram normalnya dibandrol hingga Rp85 ribu per kilogram. Namun, kini harga udang jenis Vaname itu turun hingga Rp33 ribu per kilogramnya. 

Akibat penurunan harga jual tersebut, membuat petambak udang Vaname merugi, karena hasil panen yang didapat tidak sebanding dengan ongkos operasional yang harus dikeluarkan.

Menurut Warsito salah satu petambak udang di Kampung Bumidipasena Jaya, Kecamatan Rawajitu Timur, harga jual udang Vaname ditingkat pasaran kini, hanya berkisar Rp52 ribu per kilogramnya. Ia mengaku, turunnya harga udang kerap terjadi, ketika masuk hari raya keagamaan atau hari besar lainnya. "Harga udang sekarang lagi terjun bebas. Harga udang anjlok udah biasa terjadi, apalagi kalau dekat-dekat hari raya gini. Bahkan, sudah berlangsung sejak sebulan terakhir ini, terus turun," kata Warsito, kepada Lampost.co, Senin (27/5/2019).

Warsito menjelaskan, dari 1/4 haktare luas tambak miliknya. Dirinya harus mengeluarkan biaya operasional sebesar Rp15 juta hingga Rp30 juta selama 3 bulan pembudidayaan. Biaya tersebut untuk membeli pakan, bibit atau benur, dan bahan bakar untuk menghidupkan mesin jenset pemompa kincir. Belum lagi, kata dia, biaya operasional budidaya akan semakin membengkak, ketika udang diserang penyakit. "Kalau harganya Rp75 ribu per kilogram itu sudah lumayanlah. Masih ada selesih Rp10 ribu sampai dengan Rp25 ribu per kilogramnya dari biaya operasional," ujar dia.

Sementara Ketua Perhimpunan Petambak Pengusaha Udang Wilayah (P3UW) Lampung Nafian Faiz mengaku, tidak dapat berbuat banyak atas anjloknya harga udang. Dirinya pun, mengaku tidak tahu pasti soal patokan harga nilai jual udang. "Kita juga bingung darimana patokan harga jual ditentukan. Sementara ini, kita tak berdaya untuk mengatasi keluhan para petambak," ujarnya.

EDITOR

Ferdi Irwanda

loading...

Berita Terkait

Komentar