#pilkada#pemilu#politik#beritalampung

Harapan Petani Pematangpasir, KKP Menerapkan Model Klaster Tambak Udang

Harapan Petani Pematangpasir, KKP Menerapkan Model Klaster Tambak Udang
Empat alat berat sedang membangun lahan klaster budidaya tambak udang di pesisir timur Desa Pematangpasir, Kecamatan Ketapang, Lamsel, Rabu, 18 November 2020. Lampost.co/Aan Kridolaksono.


Kalianda (Lampost.co): Awan yang menghalangi teriknya matahari di pesisir pantai timur Desa Pematangpasir, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu, 18 November 2020, siang, membuat suasana makin gerah.

Namun gerahnya cuaca tersebut tidak membuat pandangan Sutino (41) selaku ketua Kelompok Tani Tambak Lestari desa setempat bergeser dari empat unit alat berat yang sedang membangun kolam-kolam budidaya udang percontohan dengan berkelanjutan seluas 5 hektare di pesisir timur Desa Pematangpasir, Kecamatan Ketapang. 

"Pembangunan sampai saat ini sudah mencapai 70 persen. Kami berharap kedepannya penerapan budidaya udang percontohan dengan berkelanjutan ini benar-benar dapat meningkatkan kesejahteraan seluruh petambak yang ada di pesisir timur Kecamatan Ketapang," harap Sutino. 

Bahkan Ia menargetkan beberapa tahun kedepan, kawasan pantai timur Desa Pematangpasir akan menjadi sentra budidaya udang. 

"Berawal dari 5 hektare kedepannya 312 hektare tambak di desa ini akan jadi basis sentra budidaya udang dengan kesejahteraan petambak yang kian membaik," kata Sutino. 

Penerapan budidaya udang berkelanjutan di pesisir timur Kabupaten Lampung Selatan ini berada di kawasan perhutanan sosial.  

Terpilihnya kawasan perhutanan sosial di Desa Pematangpasir, karena di kawasan tersebut diketahui ada area budidaya udang seluas 312 hektare. Area budi daya tersebut selama ini digarap oleh petambak secara tradisional sehingga produksinya dinilai masih belum optimal.

Sutino mengaku selama ini telah mendapat pelatihan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Bahkan ia menyebut mendapat mandat dari Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto untuk mengawal program tersebut agar berjalan mulus. 

"Program klaster tambak udang ini nantinya akan sangat bermanfaat karena akan mendorong optimalisasi produksi tambak yang ada di dalam kawasan Perhutani. Kemudian, masyarakat akan mendapatkan manfaat lain karena bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi, terutama pembebasan lahan menjadi hak milik," imbuhnya. 

Klaster tambak udang tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas seperti bak tandon, bak distribusi air baku, petak pemeliharaan, saluran buang dan panen, serta Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).  Model klaster budidaya udang itu juga menggunakan benih dan sarana produksi yang berkualitas sehingga dapat meningkatkan produktivitas tambak dengan  menghasilkan produktivitas sebesar 45 ton per hektare. 

"Umumnya lahan satu hektare hanya mampu menghasilkan 4-5 ton saja. Jika ntu terbukti lahan 1 ha bisa menghasilkan panen mencapai 45 ton. Apa gak sejahtera itu petani," pungkasnya sembari tersenyum.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait