pilkada

Handi Mulyaningsih Sebut Gugatan Eva-Deddy Kemungkinan Dikabulkan

Handi Mulyaningsih Sebut Gugatan Eva-Deddy Kemungkinan Dikabulkan
(dok)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Mahkamah Agung (MA) telah menerima upaya hukum gugatan paslon wali kota Bandar Lampung nomor urut 03 Eva Dwiana dan Deddy Amarullah, Selasa, 19 Januari 2021. 

Besok Rabu, 20 Januari 2021, KPU Bandar Lampung akan menyerahkan jawaban tertulis tentang sengketa TSM di MA sebagai pihak termohon. 

Menanggapi hal tersebut, Akademisi Universitas Lampung (Unila) Handi Mulyaningsih memprediksi MA akan menerima gugatan Paslon Eva-Deddy dan KPU akan menetapkan kembali paslon tersebut. 

Sebab putusan Bawaslu Lampung yang mendiskualifikasi paslon tersebut telah melanggar prinsip tertib hukum. Selain itu, temuan maupun laporan pelanggaran sejak tahapan pencalonan hingga pemungutan suara telah diselesaikan Bawaslu setempat. 

Kemudian, kata mantan komisoner KPU Lampung itu, kekeliruan penafsiran pasal 71 ayat 3 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, terkait larangan calon petahana untuk menyalahgunakan kekuasaan, termasuk dalam netralitas aparatur sipil negara (ASN). 

"Eva Dwiana dia bukanlah petahana karena petahana dia yang langsung memerintah, memegang jabatan, yang memegang kekuasaan, sehingga tidak tepat dalam penafsiran petahana," katanya. 

Sehingga kemungkinan putusan MA akan membatalkan putusan KPU No. 007/hk.03.1-kpt/1871/kpu-kot/i/2021 tentang pembatalan paslon wali kota dan wakil wali kota Bandar Lampung tahun 2020. 

"Di kota kan ada Bawaslu yang mengawasi sejak tahapan pencalonan, baik itu politisasi bansos, netralitas ASN, dan lainnya sudah diklarifikasi sebelumnya dinyatakan tidak memenuhi unsur dan sebagainya, artinya tahapan sejak pencalonan hingga pemungutan suara sudah clear tidak ada masalah," katanya. 

Kemudian seharusnya Bawaslu Lampung mempertimbangkan keterangan Bawaslu Bandar Lampung yang menyatakan telah menyelesaikan pelanggaran-pelanggaran Pilkada 2020. 

 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait