#asusila#pencabulan#beritatanggamus

Hamili Anak Dibawah Umur, Pemuda Asal Jateng Diringkus Polisi

Hamili Anak Dibawah Umur, Pemuda Asal Jateng Diringkus Polisi
Pemuda asal Pekalongan, Jateng yang telah mencabuli anak dibawah umur digelandang ke Polres Tanggamus. Foto: Dok


Kotaagung (Lampost.co): Diduga melakukan tindakan asusila dengan anak dibawah umur, MZ (19) pemuda asal Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah diringkus Tim Reskrim Polres Tanggamus. Pelaku ditangkap di tempat kerjanya di Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Selasa, 17 November 2020.

Korban asusila berinisial PU (16) yang masih berstatus pelajar kelas 2 SMA warga Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus.

Perbuatan pelaku merusak masa depan gadis dari keluarga yang selama ini rela menerimanya seperti anak sendiri. Pelaku mengaku merantau dari Jawa Tengah berniat mencari pekerjaan di Tanggamus.

Ayah korban RD (42) yang merasa iba lalu merawatnya dengan memberikan makan dan minum kepada pelaku. Bahkan, ayah korban rela meminjamkan sepeda motornya untuk kepentingan pelaku. Tentu saja RD geram atas balasan dari pelaku yang sudah merusak kehormatan keluarganya.

Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas mengatakan penangkapan pelaku atas laporan RD ayah korban. Pelaku dibekuk di salah satu rumah Pekon Terbaya, Kotaagung, 15 November 2020, pukul 12.30 WIB.

"Kami juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban dan pelaku saat melakukan pencabulan dan persetubuhan," kata AKP Edi Qorinas mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, Selasa, 17 November 2020.

Kasat menjelaskan peristiwa ini bermula dari perkenalan korban dan pelaku melalui jejaring media sosial. Hubungan antara keduanya lalu semakin erat hingga pelaku datang ke Tanggamus dan berpura-pura mencari pekerjaan. Dengan mengiming-imingi akan bertanggung jawab, pelaku telah berkali-kali melakukan pencabulan terhadap korban.

"Perkenalan dimulai dari jejaring sosial. Lalu pelaku datang ke Tanggamus dan meminta bantuan keluarga korban. Ayah korban yang iba lalu merawat dan mencarikan pelaku pekerjaan," terangnya.

Berdasarkan penuturan dari pihak keluarga, pencabulan terjadi sejak April 2020 di sebuah rumah kontrakan pelaku di Kotaagung Timur. Hal itu didengar oleh ayah korban saat memeriksakan anaknya ke bidan dan dinyatakan hamil dengan usia 10 minggu.

"Setelah mendengar jika anaknya hamil, ayah korban sontak melaporkan kejadian ini ke Mapolres," katanya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 82 juncto Pasal 76 E dan Pasal 81 Ayat (1) Jo Pasal 76 D UU Perlindungan Anak ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Sementara berdasarkan pengakuan MZ, dirinya mengenal korban dari media sosial yang sama-sama memiliki hobi modifikasi motor. Korban termakan rayuannya untuk melakukan persetubuhan dan mengaku akan bertanggung jawab jika hamil.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait