#panen#petani

Hama Wereng Sebabkan Hasil Panen di Ketapang Lamsel Anjlok hingga 60%

Hama Wereng Sebabkan Hasil Panen di Ketapang Lamsel Anjlok hingga 60%
Petani di Lampung Selatan melakukan panen pada musim gadu, Lampost.co/Aan Kridolaksono


Kalianda (lampostco) -- Sejumlah petani di pesisir timur Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan (Lamsel) mengaku merugi. Pasalnya, hasil panen padi pada musim gadu merosot akibat serangan hama wereng dan tikus.

Seorang petani di Dusun Taman Jaya, Desa Tamansari, Kecamatan Ketapang, Kuat Mujiono menceritakan, dalam setengah hektare sawah yang digarap ia hanya mendapatkan gabah kering pnnen (GKP) seberat delapan kuintal.

"Padahal, kalau padinya bagus, setengah hektare itu bisa dapat lebih dari tiga ton," kata dia, Rabu, 1 September 2021.

Baca: Harga Gabah Kering Panen di Petani Lampung Turun 4%

 

Senasib, hal serupa dirasakan petani di areal persawahan  Jalan Lintas Pantai Timur (Jalinpantim), Lebungbuaya, Desa Bangunrejo Kecamatan Ketapang.

"Hasil panen musim gadu tahun ini anjlok hingga 60 persen. Pada musim rendeng lalu bisa mencapai 3,5 ton," kata dia. 

"Penyebab utamanya hama tikus dan wereng. Kedua hama tersebut tak bisa dibasmi oleh jenis pestisida apa pun," saambungnya.

Sementara itu,  petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan dari UPT Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kecamatan Ketapang, Avid Rakedi mengakui hasil panen padi pada  musim gadu tahun ini merosot.  Akan tetapi ia memastikan, hal itu tidak dirasakan petani secara keseluruhan.

Ia menyebutkan, hasil panen petani di Desa Wai Sidomukti, Sidoasih, dan Berundung masih terbilang normal dengan hasil produksi rata rata enam ton GKP per hektare. 

"Petani dan petugas di lapangan yang telah mengantisipasi akan serangan hama dan mau gropyokan, karena cara itu yang paling efektif membsami hama tikus," ungkapnya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait