#korupsi#benihjagung

Hakim Tolak Eksepsi Dua Terdakwa Korupsi Benih Jagung

Hakim Tolak Eksepsi Dua Terdakwa Korupsi Benih Jagung
Sidang kasus korupsi benih jagung di PN Tipikor Tanjungkarang beberapa waktu lalu. Dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sidang kasus korupsi benih jagung pada Direktorat Jendral Tanaman Pangan Kementerian Pertanian yang dialokasikan untuk Lampung 2017, kembali digelar di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis, pada 4 November 2021.

Dalam sidang majelis hakim menolak eksepsi yang diajukan dua terdakwa yakni mantan Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung, Edi Yanto; dan Direktur PT Dempo Agro Pratama Inti, Imam Mashuri. Majelis hakim meminta sidang dilanjutkan.

Baca juga: Jaksa Sebut Dakwaan Pasal Korupsi Benih Jagung Sudah Tepat

"Menyatakan keberatan (eksepsi) penasihat hukum ditolak," ujar Anggota Majelis Hakim, Edi Purbanus, Kamis, 4 November 2021.

Majelis hakim meminta jaksa penuntut umum (JPU) melanjutkan pemeriksaan perkara dan menyebutkan materi keberatan dua tedakwa tidak memiliki alasan hukum.

"Meminta JPU melanjutkan pemeriksaan saksi," katanya.

Dalam sidang agenda jawaban eksepsi selumnya, JPU Vita Hestiningrum memaparkan dakwaan atas keduanya, terutama Imam Mashuri sudah tepat.

"Dalam dakwaan kami telah diuraian secara jelas, cermat dan lengkap perbuatan dan kesalahan dari masing-masing pelaku mulai tahap proses penunjukan langsung, tahap pelaksanaan kegiatan dan tahap pencairan baik dalam kegiatan fasilitasi bantuan budidaya jagung hibrida Balitbangtan Tahap I maupun pada Tahap III," ujarnya dalam persidangan.

Kemudian, JPU memastikan perhitungan kerugian negara sudah cermat karena dihitung oleh Kantor Akuntan Publik Jojo Sunaryo, dan terdapat kerugian negara Rp7,57 miliar.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait