aklihukum

Hakim Sebut Ada Kasus Lain di Balik Penangkapan Syamsul Arifin

Hakim Sebut Ada Kasus Lain di Balik Penangkapan Syamsul Arifin
Lampost.co/Febi Herumanika


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sidang lanjutan perkara mantan Ketua Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesian (AKLI) Lampung atas nama terdakwa Saymsul Arifin memberi keterangan di Persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa 17 November 2020.

Saymsul Arifin dalam keterangan  membantah bahwa di pernah DPO bahkan didalam sidang dia menyampai selama ini dia berada dirumahnya yang tidak jauh dari dari Polda Lampung.

"Mengenai DPO semua itu bulsit semua, saya sering ke Polda Lampung, dengan Kapolda semua rata-rata kenal saya, saya juga dirumah terus rumah saya juga dekat dengan polda. Jadi aneh jika saya dinyatakan DPO, karena saya tidak pernah didatangi dan dikirim surat soal DPO. Rumah saya dekat dengan Polda setiap hari besar banyak tamu yang datang kerumah bertemu saya," katanya.

Dapid Sihombing selaku kuasa hukumnya terdakwa mengatakan bahwa berkas DPO yang aslinya pun tidak pernah terlihat dipersidangan. 

Didalam penyampian Syamsul Arifin dipersidangan, dia menjelaskan bahwa perkara yang membawanya ke persidangan terbilang sangat cepat, pada saat panggilan pertama saat itu juga dia ditetapkan sebagai tersangka jadi tidak ada jeda waktu layaknya proses hukum yang semestinya.

Atas alasan itu pula dia bersama petinggi Polda saat itu dipanggil ke Mabes Polri untuk menjelaskan status perkara yang sebenarnya. 

" Disitu saya terangkan dan didengar oleh para petinggi kepolisian Polda Lampung waktu itu, bahwa nomor yang mengirim pesan tersebut diragukan milik saya," katanya.

Apakah saudara kaget dengan munculnya kasus ini tanya David,? Menurut saya lucu aja. 

Hakim lantas mengatakan bahwa dia sudah mengerti seperti apa sebenarnya kasus ini, " Sudah saya tangkap apa yang disampaikan saudara, pendorongan kasus ini karena ada kasu lain dibelakngnya begitu kan maksud saudara ," kata Hakim.

Jaksa Andrie W Setiawan dipersidangan mempertanyakan Mengani persoalan AKLI. Dalam pertanyaan Jaksa Andrie menanyakan apakah Pernah menjabat ketua AKLI,? Terdakwa lantas menjawab bahwa benar dia pernah jadi ketua dari 2009 hingga AKLI acak-acakan.

Syamsul mengatakan bahwa sejak 2013 AKLI sudah bubar. Januari apakah saudara masih ketua AKLI  tanya Andrie? "Ditahun 2013, banyak sekali intrik dalam AKLI sampai ada 3 DPD di Lampung," jawab Syamsul.

Ada 3 versi perusahan AKLI di Lampung, apakah saudara pernah mengirim surat ke LPJK tanya jaksa,?

Syamsul lantas berucap bahwa pertanyaan dari jaksa tidak relevan yang mulai, "apakah boleh saya jawab yangmulia," tanya Syamsul. boleh dijawab kata hakim, "ya  Pernah," kata Syamsul.

Sebelum sidang diskors, David Sihombing meminta hakim mencatat bahwa  tidak ada barang bukti sesuai berkas, yang kedua jPU tidak pernah memberikan apa yang disampikan dipersidangan kepada penasehat hukum terdakwa baik itu berupa berupa berkas.

"Berkas DPO juga tidak ada, alat bukti tidak ada sama sekali yang mulai, jadi mohon dicatat," kata David.

Mendengar ucapan penasehat hukum dari terdakwa, Hakim Jhonny Butarbutar meminta panitera memanggil Panitera Muda (Panmud) Pidana untuk mejelaskan persoalan tersebut. 

"Panggil Panmud Pidana, karena jaksa mengatakan bukti bersamaan dengan berkas sudah diserahkan, tetapi kenyataanya disini juga tidak ada berkas yang dibuka dalam jilidannya  (tidak disatukan) dalam berkas," kata Hakim Jhonny.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait