#PENIPUAN#ASN#BERITABANDARLAMPUNG

Hakim Sarankan Korban Gugat Perdata soal Penipuan Honorer Satpol PP Lampung

Hakim Sarankan Korban Gugat Perdata soal Penipuan Honorer Satpol PP Lampung
Sidang perkara penipuan honorer satpol pp Lampung secara virtual. Lampost.co/Asrul S Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Majelis hakim PN Kelas IA Tanjungkarang  Ismail Hidayat, menyarankan para korban untuk mengajukan gugatan perdata, terkait kerugian yang dialami dalam perkara penipuan rekrutmen satpol PP Provinsi Lampung dan kenaikan pangkat eselon di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lampung. Adapun terdakwanya, Nona Lestari (36), ASN yang berdinas di Bapenda Provinsi Lampung UPT Wilayah VI Lampung Utara. Total ia meraup Rp571 juta dari 24 korban yang dijanjikan menjadi honorer dan Yusuf Eddy PNS di Dinas Sosial Provinsi Lampung yang dijanjikan menjadi pegawai Eselon III Bapenda Lampung.

"Kalau nanti sudah vonis, silakan kalau (korban) mau ajukan gugatan perdata, karena vonis nanti jadi acuan juga," ujar Ismail Hidayat, saat sidang virtual, Selasa, 27 Juli 2021.

Ismail menjelaskan sidang tuntutan Nona Lestari harusnya digelar pada 27 Juli 2021. Namun, karena belum siap ditunda hingga 3 Agustus 2021.

"Jaksanya mengabarkan tuntutan belum siap dibacakan," katanya.

Baca juga : Modus Janjikan Honorer, Oknum ASN Lampura Raup Rp569 Juta


Sementara Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana, mengatakan belum ada laporan dugaan penipuan dengan terlapor Yusuf Eddy. Eddy yang mencarikan orang yang hendak menjadi satpol PP honorer di Pemprov Lampung. Puluhan korban notabene kerabatnya sendiri. Jika ada pelaporan dugaan penipuan, tentu akan ditindaklanjuti.

"Kalau dia (dilaporkan) belum ada hingga saat ini. Dia (Eddy) pada perkara ini (Nona Lestari) dia korban sekaligus pelapor," paparnya.

Baca juga : Polisi Kembali Panggil Terlapor Kasus Penipuan Rekrutmen CPNS di Bandar Lampung

Diberitakan sebelumnya, saat sidang 29 Juni 2021, majelis hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mencecar beberapa pertanyaan terhadap Yusuf Eddy. Pertanyaan itu antara lain kenapa ia percaya kalau Nona bisa menaikkan pangkat golongan, hingga pola penipuan rekrutmen honorer. Ternyata, Yusuf berstatus eselon IV di dinas sosial. Namun, ia membayar Rp140 juta ke Nona Lestari agar dirinya mendapat jabatan eselon III di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung. Kemudian, Eddy dibujuk mencarikan orang yang ingin bekerja sebagai honorer Satpol PP Provinsi Lampung dengan menyetorkan sejumlah uang.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait