#hakasuh#balita#hukum

Hak Asuh Balita Jatuh ke Suami Baru Terjadi di Pesawaran

Hak Asuh Balita Jatuh ke Suami Baru Terjadi di Pesawaran
dok google images


Pesawaran (Lampost.co) -- Hak asuh anak bawah lima tahun (Balita), yang diputuskan oleh Pengadilan Agama (PA) Gedongtataan Kabupaten Pesawaran, jatuh kepada suami (Edi Rohman), dipertanyakan oleh Siska Novalia selaku ibu kandung.

Hal tersebut berdasarkan salinan putusan perkara dengan nomor 0334/Pdt.B/2019/PA.Gdt Tanggal 26 Desember 2019.

"Anak saya masih berumur 4,5 tahun dan jelas butuh kasih sayang saya sebagai ibu kandungnya, tapi ini kok majelis malah memutuskan hak asuh anak jatuh pada suami yang pekerjaannya banyak diluar rumah. Apakah karena dia masih memiliki hubungan kerabat dengan paniteranya?," jelas Siska Novalia Warga Kecamatan Teluk Pandan, yang didampingi Wirda selaku penasehat hukumnya, di pengadilan agama Gedongtataan, Jumat, 3 Januari 2020.

Dirinya juga mengatakan, atas putusan perkara tersebut, pihaknya akan mengajukan memori banding meskipun ada upaya bujukan dari pihak pengadilan agar tidak banding.

"Ya, kami akan mengajukan banding, sampai keadilan tersebut bisa diperoleh, semoga Allah mengabulkan upaya kami, dan anehnya kenapa paniteranya membujuk saya untuk menerima aja tidak usah banding," paparnya.

Sementara itu, ketua Pengadilan Agama (PA) Gedongtataan Kabupaten Pesawaran, Elis Mariani, didampingi paniteranya Redoyati, mengatakan putusan yang menjatuhkan hak asuh anak balita pada suami memang baru terjadi, namun keganjilan tersebut dibantah pihak pengadilan.

"Putusan pada perkara tersebut memang hak asuh anak jatuh kepada suami, ya itu sudah sesuai dengan fakta jalannya persidangan, karena, majelis hakim juga mempertimbangkan keterangan dari saksi pada persidangan," ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Dirinya juga menjelaskan,  bahwa sebelum persidangan dimulai, seluruh pihak telah diinformasikan tidak boleh atau dilarang untuk melakukan perbuatan yang melawan hukum seperti suap atau mempengaruhi dan kongkalikong pada perkara.

"Sebelum sidang diumumkan, barang siapa yang terbukti ada kong kalikong atau bermain dengan panitera, juru sita, atau pegawai Pengadilan Agama bisa dilaporkan ke KPK, Pengadilan Tinggi Bandar Lampung, Mahkamah Agung dan terakhir ke saya pribadi atas nama Ketua PA Gedongtataan Kabupaten Pesawaran," paparnya.

Menurutnya, kalau memang ada sangkaan atau dugaan perbuatan kong kalikong atau permainan pada perkara silahkan dilaporkan.

"Kalau ada dugaan atau sangkaan ya bukan tuduhan, silahkan laporkan, nanti bisa kami tindaklanjuti," pungkasnya.

 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait