#baksosony#pajak#tappingbox

Haji Sony: Gerai Bakso Ditutup Saya masih Bisa Makan, tetapi Karyawan?

Haji Sony: Gerai Bakso Ditutup Saya masih Bisa Makan, tetapi Karyawan?
Pemilik Bakso Sony, Haji Sony (tengah) didampingi kuasa hukumnya di Jalan Wolter Monginsidi, Tanjungkarang Pusat. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemilik Bakso Sony angkat bicara terkait penyegelan seluruh gerai yang ada di Bandar Bandar Lampung. Ia meminta pertanggung jawaban Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung terhadap nasib ratusan karyawannya.

"Ya kalau saya enggak masalah ditutup, masih bisa makan. Setahun dua tahun cukup untuk anak dan cucu saya. Tetapi ini menyangkut ratusan orang. Karyawan saya punya anak istri yang harus dibiayai mereka," kata Haji Sony, Senin, 20 September 2021.

Baca: Bakso Sony Banyak Kurang Bayar Pajak

 

Ia melanjutkan, di tengah pendemi covid-19 saat ini sangat sulit untuk mencari kerja.

"Saya mempertahanan anak buah saya mati-matian. Ada dari gerai yang ditutup saya pindahkan ke sini. Saya pertahankan karena mereka punya anak istri di rumah," katanya.

Ia menilai Pemkot tidak harus semena-mena. Karena menurutnya pajak yang menggunakan tapping box selalu dibayarkan dan memiliki tim audit internal.

"Jangan mentang-mentang punya kuasa laju seenakanya saja. Kalau anak-anak ini enggak dipikirkan bagaimana?" katanya.

Pihak Bakso Sony berencana mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN). Kuasa hukum Bakso Sony, Dedi Setiadi menyebut, gugatan itu akan diajukan pekan depan. 

"Sudah kami siapkan, pekan depan mungkin ajukan gugatan dan besok kami akan menghadiri undangan Pemkot Bandar Lampung," kata Dedi.

Pihaknya mengaku kecewa dengan ditutupnya seluruh gerai tersebut di tengah pendemi covid-19. Sebab, langkah tersebut membuat 200 karyawannya berpotensi kehilangan pekerjaan.

"Karyawan kami ada 200 orang yang harus menghidupi anak dan istrinya. Itu harusnya menjadi pertimbangan kami dan Pemkot bisa bertanggung jawab tidak kepada karyawan kami," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pajak Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Bandar Lampung, Andre mengatakan, potensi pajak dari 18 gerai Bakso Sony tersebut ditaksir mencapai Rp400 juta per bulan.

"Selama ini setoran pajak mereka hanya Rp120 hingga Rp130 juta per bulan, itu untuk keseluruhan gerai Bakso Sony," ujar Andre.

Atas dasar itulah, kata Andre, Pemkot selalu mengirimkan surat pemanggilan kepada manajemen Bakso Sony. Tujuannya adalah untuk meminta klarifikasi selisih setoran pajak yang sudah terhitung.

"Tetapi sampai detik ini mereka belum ada iktikad baik untuk menyelesaikan persoalan ini," kata dia.  

Dia menegaskan, penyegelan belasan gerai Bakso Sony tersebut akan berlaku sampai pihak manajemen bersedia menandatangani pakta integritas penggunaan tapping box.

"Besok akan ada pemeriksaan pajak terhadap Bakso Sony," ujar dia.  

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait