#pencabulan#kekerasanseksual

Guru Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Pesisir Barat Diperiksa ke RSJ

Guru Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Pesisir Barat Diperiksa ke RSJ
Ilustrasi setop kekerasan seksual terhadap anak diunduh Selasa, 14 Maret 2022. (Medcom.id/Mohamad Rizal)


Liwa (Lampost.co) -- Satreskrim Polres Lampung Barat telah membawa BH, tersangka kasus kekerasan seksual terhadap 13 anak di bawah umur, ke rumah sakit jiwa (RSJ) untuk diperiksa kejiwaannya beberapa hari lalu.

"Tersangka BH sudah kami bawa ke RSJ di Bandar Lampung untuk diperiksa kejiwaannya guna kelengkapan berkas perkaranya dan sampai saat ini hasilnya masih ditunggu atau belum keluar," kata Kasatreskrim Polres Lampung Barat AKP Ari Satriawan di Mapolres Lampung Barat, Selasa, 15 Maret 2022.

Setelah surat keterangan hasil pemeriksaan kejiwaan tersangka BH itu keluar, pihaknya segera melimpahkan berkas perkara pencabulan itu ke Kejaksaan Negeri Liwa guna dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Diberitakan sebelumnya, berkas perkara pemeriksaan kasus pencabulan yang dilakukan oleh oknum guru yaitu SH terhadap belasan siswa di Pesisir Barat itu prosesnya masih P19 karena masih dalam kelengkapan berkas surat kejiwaan.

Hingga kini kelengkapan berkas tersebut terus diupayakan. Surat keterangan kejiwaan itu diperlukan karena semua korbannya adalah anak di bawah umur.

Baca juga: 5 Pelecehan Seksual Menyerang Anak Lamteng dalam Sepekan

Dalam perkara itu, tersangka BH dikenakan Pasal 82 Ayat 2 UU No.17/2016 juncto Pasal 5 KUHP dengan ancaman kurungan minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Ia diamankan setelah dilaporkan salah satu siswa karena telah melakukan aksi pencabulan dengan modus akan memberikan nilai besar serta dijadikan sebagai anggota Paskibraka terhadap siswa yang telah menjadi korbannya.

Saat diperiksa, BH mengakui telah melakukan kekerasan seksual terhadap 14 siswa yang dilakukan dalam rentang waktu sejak 2020 hingga ditangkap pada pertengahan Januari 2022.

Dari pengakuan tersangka itu, petugas kemudian melakukan pelacakan terhadap para siswa yang pernah dipanggil oleh tersangka. Hasilnya didapati total siswa yang telah mengakui dirinya telah menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan tersangka yaitu 13 orang.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait