#Pendidikan#Astra#Digital

Guru Harus Berkemampuan Hadapi Digitalisasi Pendidikan

( kata)
Guru Harus Berkemampuan Hadapi Digitalisasi Pendidikan
YPA-MDR menggelar seminar pendidikan di Ballroom Hotel Emersia itu, Kamis, 6 November 2019. (Foto: Umar Robani/Lampost.co)

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim (YPA-MDR) menggelar seminar pendidikan bertajuk Tantangan Penerapan STEM pada Pendidikan Dasar. Agenda tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan para tenaga pendidik dalam menghadapi era digital.

Ketua YPA-MDR Herawati Prasetyo menyampaikan, teknologi makin berkembang dan telah merambah ke dunia pendidikan. Untuk itu guru perlu memiliki pengetahuan ihwal digitalisasi maka itu butuh pembekalan.

Ia mengaku pihaknya telah melakukan pembinaan pada 9 sekolah terbelakang di Lampung Selatan. Tujuannya agar sekolah sekolah tersebut dapat mengikuti perkembangan dan tuntutan zaman.

"Guru harus belajar teknologi, pola pengajaran harus beda dengan yang sebelumnya. Terlebih dengan kurikulum 2013 yang digunakan saat ini," ujarnya usai pembukaan kegiatan yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Emersia itu, Kamis, 6 November 2019.

Ia juga menambahkan, kita harus melihat ke depan, agar siswa tidak ketinggalan zaman dan lebih terarah. Hal itu dilakukan dengan memberikan pelatihan yang diterapkan di sekolah daerah perkotaan.

"Kita harus mengarahkan mereka agar lebih waspada dan tearah dalam menggunakan teknologi," jelasnya.

Herawati berharap hal tersebut juga bisa dilakukan oleh sekolah lain. Selama ini pihaknya hanya melakukan hal itu pada sekolah binaannya.

"Dengan seminar ini, guru di sekolah lain juga harapannya bisa melakukan hal serupa dengan guru di sekolah binaan kami (YPA-MDR)," tuturnya.

Sementara, Kasi Kurikulum Disdikbud Lampung Selatan Marsudi mengaku sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia harap kegiatan tersebut dapat menghasilkan mutu pendidikan yang baik.

"Guru bisa berinovasi dalam melakukan pembelajaran di era digitalisasi ini," ujarnya.

Seminar pendidikan tersebut diikuti 270 peserta dari lima puluh sekolah dasar dan menengah pertama di Lampung Selatan.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...

Berita Terkait

Komentar