HariGuruGuruLampung
Hari Guru

Guru Harus Berinovasi dan Lakukan Perubahan

Guru Harus Berinovasi dan Lakukan Perubahan
Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim memberikan penghargaan kepada guru serta tenaga kependidikan berprestasi saat Upacara Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI Ke- 74 Tahun 2019, di Lapangan Korpri. Humas


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim menyatakan guru harus membuat perubahan kemajuan kepada anak didik sebagai upaya membangun masa depan bangsa Indonesia. Sesuai amanat Mendikbud Nadiem Makarim, tugas guru adalah yang termulia sekaligus yang tersulit, namun berbagai tantangan serta hambatan harus terus dihadapi.


"Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan. Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas," kata Nunik saat memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI Ke- 74, di Lapangan Korpri, Jumat 29 November 2019.

Tantangan selanjutnya, kata Nunik, guru dituntut tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan. Guru juga tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.

"Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan. Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi," katanya.

Selanjutkan ia mengatakan bahwa dalam menghadapi tantangan tersebut, Nunik menyebutkan perubahan harus dilakukan yang berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah namun ambillah langkah pertama. Dalam amanat Mendikbud, Nunik mengatakan para guru diminta untuk lakukan perubahan kecil di kelas. Diantaranya guru diminta untuk ajak kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.

"Selain itu, guru diminta untuk memberikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas dan cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas. Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri dan tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan. Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak," katanya.

 

EDITOR

Winarko


loading...



Komentar


Berita Terkait