#GASAIRMATA#KEDALUARSA

Guru Besar Kimia Unila: Gas Air Mata Kedaluarsa Bisa Berdampak Serius

Guru Besar Kimia Unila: Gas Air Mata Kedaluarsa Bisa Berdampak Serius
Guru Besar Kimia Unila Prof  Suharso. Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho


Bandar Lampung (lampost.co) -- Beberapa waktu lalu polisi mengakui bahwa gas air mata yang digunakan di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 01 Oktober 2022, telah kedaluwarsa. Polisi menyatakan, zat kimia dalam senjata gas air mata semakin turun memasuki masa kedaluwarsa.

Hal tersebut dibantah oleh Guru Besar Bidang Kimia Universitas Lampung (Unila) Prof Suharso. Menurutnya apabila produk kimia atau senjata kimia dalam hal ini gas air mata mengalami kedaluwarsa, maka akan lebih berbahaya karena zat kimia yang berada di dalam gas air mata mengalami perubahan yang sulit dideteksi.

Prof Suharso menjelaskan bahan kimia yang digunakan pada gas air mata dapat saja dalam bentuk chloroacetophenone (CN), chlorobenzylidenemalononitrile (CS), chloropicrin (PS), bromobenzylcyanide (CA) dan dibenzoxazepine (CR).

Bahan-bahan kimia itu disebutnya secara umum dapat menimbulkan dampak pada iritasi mata, dan paru-paru serta saluran napas. Gejala akutnya di paru-paru dan saluran napas dapat berupa dada berat, batuk, tenggorokan seperti tercekik, batuk, dan sesak napas.

Ia menekankan jika bahan-bahan zat kimia yang kedaluwarsa sangat berbahaya karena akan mengalami perubahan zat kimia di dalam gas air mata itu sendiri. "Bisa teroksidasi dan bisa berdampak serius karena ada perubahan komposisinya, pasti bahaya kalau obat expired apalagi gas air mata," katanya saat ditemui langsung, Rabu, 12 Oktober 2022.

Prof Suharso menuturkan jika gas air mata adalah padatan bubuk yang dibuat menjadi gas yang digunakan dengan tekanan tinggi dan akhirnya bentuknya menjadi gas.

"Itu melekat ke mata bisa iritasi atau masuk ke hidung itu berbahaya sekali. Makanya dalam lapangan terbuka dia bisa menghindar dia bisa menjauh, lalu mandi bisa mengurangi efek gas air mata," ujarnya.

Dengan tempo sekian 20-60 detik efek gas air mata langsung terasa, dan memang gas air mata efeknya akan hilang 30 menit berikutnya, bagi mereka yang saat itu kondisi tubuhnya sedang sehat.

"Kalau orang yang punya asma, panik terlebih di dalam stadion yang mereka tidak demo dan tidak ada exit strategi," kata dia.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait