#UNILA

Guru Besar FH Unila Warnai Kontestasi Pilrek

Guru Besar FH Unila Warnai Kontestasi Pilrek
Panitia Pilrek Unila bersama kandidat bakal calon Rektor Unila periode 2023-2027 Hamzah. Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dosen dan guru besar Fakultas Hukum (FH) Universitas Lampung (Unila) Hamzah menjadi orang ke enam yang mendaftarkan diri dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) 2023-2027. Ia datang mendaftar bersama rombongan di Sekretariat Pilrek Unila, Senin, 28 November 2022.

Sebelumnya sudah ada lima bakal calon Rektor Universitas Lampung yang mendaftar yaitu Wakil Rektor Bidang Akademik Unila Murhadi, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Nairobi, Kepala Program Studi S2 Magister Ilmu Ekonomi (MIE) Unila Marselina, Ketua LPPM Lusmeilia Afriani, dan Kepala UPT PKLI Ayi Ahadiat.

Hamzah menyampaikan tujuan ia mencalonkan diri menjadi bakal calon Rektor Unila periode 2023-2027 guna memanfaatkan momentum dari kejadian luar biasa yang menimpa Unila, yakni kasus suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri oleh Rektor sebelumnya Karomani.

"Untuk membuat perubahan mendasar atas sebuah peristiwa yang menurut aspek hukum itu adalah suatu proses yang extraordinary crime, oleh karenanya semua pun mengambil tindakan bahwa pemilihan rektor ini harus dipercepat. Kami ikut serta untuk menyukseskan Pilrek dan membuat perubahan mendasar terhadap Universitas Lampung yang kita cintai ini," kata dia usai mendaftar di Sekretariat Pilrek Unila, Senin, 28 November 2022.

Terkait visi, Hamzah mengungkapkan  bahwa dirinya ingin meningkatkan kemajuan Unila secara bermartabat dengan tidak melupakan tatanan moral dan kearifan lokal dari masyarakat Lampung.

Adapun untuk mengembalikan nama baik Unila, menurutnya harus dimulai dari sekarang, perlahan, dan step by step. "Kami perbaiki nama baik Unila ini secara bermartabat, jadi secara perlahan kami perbaiki nama baik Unila dan harus dipulihkan," kata dia. Setelah memulihkan nama baik Unila, Hamzah menyatakan dia akan melanjutkan pembangunan dan tri darma perguruan tinggi.  "Baik dari aspek pendidikan aspek pengabdian dan aspek penelitiannya, kemudian diberi contoh yang baik bahwa  tidak cukup retorika kami harus bekerja keras untuk memperbaiki nama Unila ini," kata dia.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait