#GAK#ERUPSI#TSUNAMI

Gunung Anak Krakatau Semburkan Abu Vulkanik 25 Kali 

Gunung Anak Krakatau Semburkan Abu Vulkanik 25 Kali 
Tangkapan layar Gunung Anak Krakatau dari CCTV di Pulau Sertung, Jumat, 7 Februari 2022. (Foto: Istimewa)


Kalianda (lampost.co) - - Belum genap satu pekan, aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) terus meningkat. Letusan mencapai sebanyak 25 kali dengan ketinggian abu vulkanik mencapai 1.500 meter. 

Berdasarkan laporan PVMBG periode pengamatan, Minggu 6 Februari 2022, Gunung Anak Krakatau dengan ketinggian 157 mdpl, meletus sebanyak 7 kali dengan amplitudo  44-56 mm, durasi 30-223 detik. 

Asap kawah teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal dan tinggi 50-1500 meter. Vulkanik dalam terjadi 1kali, dengan amplitudo : 45 mm, S-P : 1.5 detik, Durasi : 8 detik. 

Tremor Menerus atau microtremor terekam dengan amplitudo 4-35 mm dominan 6 mm, tidak terdengar suara dentuman, teramati sinar api tinggi berkisar 300-500 meter. 

Status Gunung Anak Krakatau masih level II atau waspada, masyarakat dan wisatawan dilarang mendekat kawah radius 2 km. 

"Masih level II, waspada dilarang mendekat radius 2 Km," kata Suwarno petugas pos pantau gunung anak Krakatau di Desa Hargo Pancoran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Senin, 7 Februari 2022. 

Baca juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau tidak Berpotensi Tsunami

Meningkatnya letusan Gunung Anak Krakatau beberapa hari terakhir merupakan aktivitas dari sifat gunung api yang aktif. 

"Ini merupakan aktivitas dari gunung api aktif," ujarnya. 

Menurut Suwarno, gunung api lebih baik aktif rutin erupsi ketimbang jarang erupsi. Sebab energi yang dikeluarkan tidak terlalu besar. 

"Kalau sering, energinya kecil, tapi kalau sudah lama, misalkan sudah 5 tahun tidak erupsi, sekali meletus bisa sangat dahsyat," kata dia.

Meskipun aktivitas gunung anak Krakatau fluktuatif, warga sekitar diminta untuk tetap tenang dan selalu waspada serta patuhi larangan radius 2 km dari kawah. 

"Masyarakat harus tetap tenang dan waspada dan patuhi rekomendasi level II," ujarnya. 

Berdasarkan pantauan visual dari pos pemantau di Desa Hargopancuran, Gunung Anak Krakatau tertutup kabut, karena kondisi cuaca sekitar mendung. 

"Pantauan visual sepanjang hari ini samar-samar, asap kawah nihil," kata Suwarno.

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait