gununganakkrakatauGAK

Gunung Anak Krakatau Lontarkan Abu Vulkanik Setinggi 1 Km

Gunung Anak Krakatau Lontarkan Abu Vulkanik Setinggi 1 Km
Ilustrasi (Dok/Antara)


KALIANDA (Lampost.co) -- Setelah sebulan lebih aktivitas menurun, Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali melontarkan abu vulkanik warna hitam pekat setinggi 1.000 meter.

Berdasarkan laporan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dari pos pengamatan GAK tercatat 8 kali lontarkan abu vulkanik setinggi 1.000 meter di atas puncak kawah dengan intensitas tebal.

Sedangkan kegempaan tercatat jumlah letusan sebanyak 8 kali dengan amplitudo :27-40 mm, durasi 58-127 detik. Hembusan sebanyak 5 kali dengan amplitudo 12-31 mm, durasi 18-92 detik.

Untuk tektonik jauh tercatat sebao1 kali demgany amplitudo 35 mm, S-P 11 detik, Durasi  96 detik. Microtremor terjadi terus menerus terekam dengan amplitudo 0.5-32 mm (dominan 2 mm). 

"Ini periode pengamatan 1X24 jam hari Senin kemarin," kata Suwarno petugas Pos pemantau GAK di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Selasa 11 Februari 2020. 

Meskipun aktivitas GAK meningkat dengan menyemburkan abu vulkanik, namun suara dentuman tidak terdengar lagi. 

"Terakhir suara dentuman terakhir pasca erupsi Desember tahun 2018 lalu," ujarnya. 

Dijelaskannya, tidak terdengar suara dentuman dari aktivitas GAK disebabkan energi sudah lemah dan sudah tidak ada pipa kepundan. 

"Disana letusan preaktik, karena adanya kawah," ujarnya. 

Status GAK masih berada di level II atau waspada, masyarakat dan wisatawan dilarang mendekat kawah gunung berapi itu radius 2 Km. 

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait