#gak#gunungkrakatau#gunungmeletus#beritalampung

Gunung Anak Krakatau Lima Kali Erupsi

Gunung Anak Krakatau Lima Kali Erupsi
Gunung Anak Krakatau dari pos pemantauan. Foto: Dok


Kalianda (Lampost.co): Sejak kemarin malam, Sabtu, 11 April 2020, Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, sudah lima kali erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik berwarna kelabu dan hitam setinggi 2.000 meter.

Berdasarkan laporan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dari pos pengamatan GAK periode Sabtu, 11 April 2020, pukul 00:00 - 24:00, tercatat lima kali erupsi dengan amplitudo 30-401 mm, durasi 16.84-109 detik.

Melalui visual CCTV Lava93 teramati letusan strombolian tinggi kisaran 200-500 m dan letusan asap putih tipis terjadi terus menerus kisaran 25-50 meter, sedangkan ombak laut perairan GAK sedang.

"Erupsi tidak mengeluarkan bau belerang dan tidak mengeluarkan suara dentuman seperti kemarin malam," kata Suwarno petugas pos Pemantau GAK di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Minggu, 12 April 2020.

Menurutnya, erupsi atau letusan GAK merupakan fenomena biasa yang kerap terjadi terhadap gunung berapi, karena sedang membentuk dirinya.

"Fenomena biasa dari aktivitas gunung api, karena adanya tekanan energi dari perut bumi," ujarnya.

Dijelaskannya, GAK masih berada di level II atau waspada, masyarakat dan wisatawan dilarang mendekat kawah gunung berapi itu radius 2 Km.

"Level masih seperti kemarin yakni waspada," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait