GunungAnakKrakatauBeritaLampung
Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Kembali Semburkan Abu Vulkanik

Gunung Anak Krakatau Kembali Semburkan Abu Vulkanik
Ilustrasi. (Antara)


KALIANDA (Lampost.co): Gunung Anak Krakatau bergeliat setelah pekan kemarin sempat tenang. Gunung Anak Krakatau kembali menyemburkan abu vulkanik berwarna hitam dan putih setinggi hampir 400 meter.


Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dari pos pengamatan GAK, Selasa 5 November 2019, menyebutkan Gunung Anak Krakatau 19 kali `batuk` dan menyemburkan abu vulkanik setinggi 300-400 meter dengan amplitudo 39-49 mm dalam durasi 25-92 detik..

Baca juga:Gunung Anak Krakatau Semburkan Asap Setinggi 300 Meter

Hembusan teramati sebanyak 78 kali dengan amplitudo 8-40 mm dan durasi 15-183 detik. Sedangkan tremor harmonik sebanyak 2 kali dengan amplitudo 13-21 mm dan durasi 38-150 detik.

Semburan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali meningkat dari pekan sebelumnya. Kemarin, meski suara dentuman tidak terdengar, aktivitas gunung dengan ketinggian 157 meter di atas permukaan laut itu tercatat paling aktif.

"Sejak sepekan terakhir, kemarin paling aktif," kata petugas pos pemantau Gunung Anak Krakatau di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Rabu 6 November 2019.

Semburan abu vulkanik di Gunung Anak krakatau diyakini akibat campuran material beserta air yang kemudian didorong gas dengan energi kuat. "Jika energinya lebih kuat, suara dentuman akan terdengar," terang petugas pos jaga.

Warga diminta tak mencemaskan reaksi Gunung Anak Krakatau. Status gunung yang ada di Selat Sunda itu masih ada di level II atau waspada. Namun warga dan wisatawan dilarang tidak mendekati kawah gunung dalam radius 2 kilometer.

EDITOR

Winarko


loading...



Komentar


Berita Terkait