GAK
Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Erupsi Terus-menerus

Gunung Anak Krakatau Erupsi Terus-menerus
Foto: Dok


KALIANDA (Lampost.co) -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi terus-menerus sejak tiga hari terakhir. Melalui visual CCTV gunung api setinggi 157 meter dari permukaan laut (mdpl) itu teramati asap putih tipis dan tebal 25-150 meter dari dasar kawah. 

Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau di Desa Hargopancuran kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan menyebut, melalui seismograf pada 18 Oktober 2019 tercatat gunung purba itu mengalami kegempaan tremor menerus dengan amplitudo 1-7, dominan 2 mm dan 2 kali hembusan dengan amplitudo : 12-14 mm, durasi: 126-152 detik.

Sehari sebelumnya pada 17 November 2019 mengalami 1 kali hembusan dengan amplitudo: 14 mm, durasi: 153 detik dan gempa tremor menerus denga amplitudo 1-7 dominan 1 mm.

Diketahui gunung api sebelah selatan perairan Selat Sunda dengan tingkat status Level II (Waspada) itu, mengalami peningkatan aktivitas vulkanik sejak 18 Juni 2018 dan diikuti rangkaian erupsi pada periode September 2018 hingga Februari 2019.

Sementara itu, cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah timur laut, timur, barat, dan barat laut. Suhu udara 24.5-31 °C, kelembaban udara 87-100 %, dan tekanan udara 0-0 mmHg. Gunung terrutup kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

"Krakatau saat ini masih seperti biasanya tenang, namun letusan kadang masih terjadi. Untuk itu, kami melarang masyarakat atau wisatawan beraktivitas di sekitar krakatau," kata Kepala Pos Pengamatan GAK di Desa Hargopancuran,  kecamatan Rajabasa,  Lampung Selatan, Andi Suardi kepada Lampost.co, Senin 18 November 2019.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait