#pemprovlampung#arinal-nunik#beritalampung

Gubernur Minta Ekonomi Tetap Bergerak di Masa PPKM

Gubernur Minta Ekonomi Tetap Bergerak di Masa PPKM
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bersama Ketua DPRD Provinsi Lampung Mingrum Gumay di Mahan Agung. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada kriteria level 4 covid-19 di Bandar Lampung sampai 2 Agustus 2021. Meski begitu, sektor perekonomian harus terus hidup meskipun sedang masa sulit.

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, melalui Instruksi Gubernur Lampung Nomor 10 Tahun 2021 tentang PPKM kriteria level 4 covid-19 di Lampung. Aturan itu menyampaikan pasar tradisional, pedagang kaki lima, toko kelontongan, agen/gerai vocer, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, pasar batik, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lainnya yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat.

"Untuk supermarket dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasionalnya sampai pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50%," katanya Arinal di Mahan Agung, Senin, 26 Juli 2021.

Kegiatan pada pusat perbelanjaan dan mal ditutup sementara, kecuali untuk akses restoran, super market dan pasar swalayan diperbolehkan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan operasional sampai pukul 20.00 WIB. Rumah makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat. 

Rumah makan dan kafe dengan skala kecil yang berada di lokasi sendiri dapat melayani makan di tempat dengan kapasitas 25% dan boleh dibawa pulang. Sementara restoran, rumah makan, kafe, dengan skala sedang dan besar baik yang berada di lokasi sendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mal hanya menerima pemesanan dan tidak boleh makan ditempat.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Lampung, Mingrum Gumay, mengatakan pihaknya menyoroti seluruh petugas di lapangan untuk menjalankan tugas dengan humanis dan tanpa kekerasan. Ekonomi kerakyatan harus hidup dan masyarakat perlu makan. Untuk itu, aktivitas perekonomian harus berjalan dengan protokol kesehatan secara melekat.

"Kami menertibkan kerumunan bukan pedagang. Pedagang berdagang tak apa, untuk memenuhi kehidupan sehari-harinya," katanya.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait