#petani#gubernur

Gubernur Lampung Beberkan Manfaat Kartu Petani Berjaya

Gubernur Lampung Beberkan Manfaat Kartu Petani Berjaya
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam kegiatan Refleksi Akhir Tahun di Pemerintah Prvinsi (Pemprov) Lampung, Senin, 27 Desember 2021. Lampost.co/Atika Oktaria


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi berencana mengoptimalkan program Kartu Petani Berjaya (KPB) untuk segala sektor. 

"Seperti ke para petani kopi, nantinya tidak hanya kopi peti. Ketika panen harus bisa memproduksi sehingga bisa menambah nilainya dua kali lipat. Seperti penanaman sekaligus kopi dan lada, sehingga menambah pendapatan petani," ujar Gubernur Arinal dalam kegiatan Refleksi Akhir Tahun di Pemerintah Prvinsi (Pemprov) Lampung, Senin, 27 Desember 2021. 

Hingga Desember 2021, jelasnya, petani yang telah terintegrasi KPB tercatat sebanyak 212.224 orang. Kemudian telah tersalurkan pupuk subsidi melalui aplikasi KPB kepada sebanyak 119.492 penerima di 15 kabupaten/kota. 

Baca: Pemprov Diimbau Perhatikan Nasib Guru Honorer di Lampung

 

Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tani per 6 Desember mencapai Rp186 juta untuk 8.180 debitur. Sementara petani yang merupakan anggota KPB telah mendapatkan fasilitas asuransi program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebanyak 15.940,53 hektare. 

"Selanjutnya, untuk beasiswa yang diberikan kepada anak petani ada sebanyak 249 mahasiswa pertanian di Polinela; di Itera sebanyak 156 mahasiswa, dan di Unila sebanyak 100 mahasiswa," papar dia. 

Kemudian pada 2020, Pemprov Lampung mendapatkan alokasi pupuk subsidi sebagai upaya pemberantasan pupuk palsu sebanyak; pupuk urea 314.087 ton, Za 51,486 ton; NPK 250 487 ton; SP-36 sebanyak 56.668 ton; dan organik sebanyak 56.145 ton. 

"Tak hanya itu saja, kami juga fokus pada nelayan berjaya. Pemprov Lampung telah bekerja sama dengan BPJamsostek untuk perlindungan pada nelayan baik untuk nelayan kecil, anak buah kapal kurang dari 30 GR dan khusus nelayan lanjut usia," jelas dia. 

Sampai akhirnya, kata dia, diperoleh penghargaan Abdi Bakti Tani 2021 atas peningkatan tertinggi produksi pada secara nasional yang selama ini Lampung berada di nomor lima dan produksinya disesuaikan, namun dalam pandemi covid-19 Lampung tertinggi dengan peningkatan sebesar 22,47%.

"Hingga meraih penghargaan Teknologi Tepat Guna Nasional XXII sebagai juara umum kategori inovasi teknologi tepat guna dengan inovasi sistem pengolahan diversifikasi produk berbasis maggot. Dan juara III kategori teknologi tepat guna unggulan Lampung dengan inovasi mesin pengelola serbaguna," tutup dia.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait