covid-19

Gubernur Imbau Wali Kota Metro Perketat Protokol Kesehatan

Gubernur Imbau Wali Kota Metro Perketat Protokol Kesehatan
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi usai melakukan kunjungan di SMK Negeri 2 Kota Metro. (Lampost.co/Bambang Pamungkas)


Metro (Lampost.co) -- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengimbau kepada Wali Kota Metro untuk memperketat penerapan protokol kesehatan. 

Mengingat Kota Metro kini memasuki zona merah dan harus ada tindakan khusus dari kepala daerah untuk menekan penambahan pasien Covid-19.

"Istruksi saya, masyarakat harus mengikuti instruksi dari pemerintah daerah. Semua ini demi kebaikan kita semua, taat menggunakan masker dan memahami protokol kesehatan. Siapapun wali kota dan bupatinya harus melaksanakan itu. Kalau tidak, akan saya kasih sanksi," kata dia, Rabu, 13 Januari 2021. 

Dia menambahkan, untuk para pelaku usaha baik rumah makan, restoran, ataupun kafe-kafe harus menerapkan protokol kesehatan kalau tidak siap-siap untuk dilakukan penutupan. 

Sementara itu, Penjabat Sekda Kota Metro, Misnan mengatakan, pihaknya kembali mengeluarkan instruksi Wali Kota terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan untuk pengendalian serta mengatur pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan penularan Covid-19. 

"Seperti melaksanakan protokol kesehatan yang ketat, pembatasan kapasitas pertemuan hanya 50 persen dari kapasitas ruangan, menerapkan pembatasan jarak (minimal satu meter), dan menghindari kontak fisik seperti bersalaman atau berpelukan," kata dia.

Dia menambahkan, untuk pesta pernikahan, syukuran, ataupun hajatan juga harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. 

"Kalau untuk pesta atau hajatan kapasitas tamu hanya 25 persen dari kapasitas ruangan, tidak ada kontak fisik, tidak ada tamu yang makan ditempat (tidak menyediakan prasmanan), dan membatasi waktu pelaksanaannya," tambah dia.

Sementara untuk pelaku usaha seperti rumah makan ataupun kafe diberlakukan pembatasan jam operasional. Untuk toko, rumah makan, pusat perbelanjaan, restoran, serta kafe atau tempat hiburan dan wisata sampai pukul 21.00 WIB.

Kemudian untuk warung tenda (angkringan) sampai pukul 23.00 WIB. Pemilik tempat usaha untuk senantiasa mengingatkan kepada pengunjung agar mematuhi protokol kesehatan. 

 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait