Gubernurarinal

Gubernur Arinal Larang Keras Perayaan Tahun Baru

Gubernur Arinal Larang Keras Perayaan Tahun Baru
FOTO: Screendshoot Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor: 045.2/3921/V.06/2020.


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengimbau seluruh masyarakat Lampung untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan pencegahan penularan covid-19. Untuk itu, secara tegas dia melarang perayaan malam tahun baru 2021 yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor: 045.2/3921/V.06/2020 tentang Imbauan Perayaan Ibadah Natal dan Acara Pergantian Tahun Baru 2020-2021 tertanggal 16 Desember 2020. 

Surat tersebut ditujukan kepada Bupati/Walikota se Lampung. Kemudian ditembuskan kepada Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Nasional.

"Dalam rangka memutus rantai penularan covid-19 perlu dilakukan upaya menghindari kerumunan massa baik pada kegiatan Natal dan acara/hiburan perayaan pergantian tahun baru 2021," tulis Arinal dalam surat edaran.

Berkaitan dengan hal tersebut diminta perhatiannya kepada seluruh pihak. Pertama, perayaan ibadah Natal agar dilakukan dengan protokol kesehatan dan sidang gereja dilaksanakan secara Virtual sebagaimana diatur Persatuan Gereja Seluruh Indonesia (PGI) dan keuskupan setempat. 

Kedua, Tidak diperkenankan untuk melakukan perayaan kegiatan malam pergantian tahun baru 2021 yang berpotensi menciptakan kerumunan. Ketiga, kegiatan operasional usaha restoran, pariwisata, dan jasa lainnya yang dinyatakan boleh melaksanakan kegiatan, agar tetap mematuhi protokol kesehatan atau adaptasi kebiasaan baru sesuai peraturan yang berlaku. 

Keempat, masing-masing Pemerintah Daerah bersama TNI, Polri dan yang tergabung dalam Tim Satgas Penanganan Covid-19 agar melaksanakan tugas pengawasan dan menjamin tidak terjadinya kerumunan serta menindak tegas sesuai ketentuan apabila terjadi pelanggaran protokol kesehatan.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Lampung dan DPRD Provinsi Lampung mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang adaptasi kebiasaan baru dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19. 

Ada sanksi yang dikenakan untuk perorangan dan penanggung jawab kegiatan/usaha. Untuk sanksi perseorangan mulai dari sanksi, teguran lisan, teguran tertulis, kerja sosial dengan membersihkan fasilitasi umum, sampai denda administratif maksimal sebesar Rp1 juta. 

Kemudian sanksi bagi penanggung jawab kegiatan/usaha mulai dari teguran lisan, terguran tertulis, penghentian sementara kegiatan, pembubaran kegiatan, pembekuan sementara izin, pencabutan izin, dan denda administratif maksimal sebesar Rp5 juta. 

Ada juga ketentuan sanksi pidana yang dapat dikenakan apabila sanksi administratif yang dijatuhkan tidak dipatuhi atau pelanggaran dilakukan lebih dari satu kali. Setiap orang yang melanggar kewajiban menggunakan masker dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 hari atau denda paling banyak maksimal sebesar Rp1 juta. 

Kemudian penanggung jawab kegiatan/usaha yang melanggar kewajiban penerapan perilaku disiplin protokol kesehatan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda maksimal sebesar Rp15 Juta.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait