#gubernur#pertanian

Gubernur Arinal Genjot Produksi Pertanian di Lampung

Gubernur Arinal Genjot Produksi Pertanian di Lampung
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Menyapa Desa dalam rangka Sosialisasi Program Kartu Petani Berjaya (KPB) melalui virtual kepada Pemerintah Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa di Mahan Agung, Kamis, 28 Januari 2021. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus mendorong kesuksesan Program Kartu Petani Berjaya (KPB) di penjuru Bumi Ruwai Jurai. Desa-desa di Lampung juga kian diproyeksikan menjadi smart village guna mewujudkan masyarakat desa yang cerdas, unggul, dan berdaya saing.

Gubernur menyampaikan, di sektor pertanian, keberhasilan pembangunan pada 2020 tercatat luas panen padi sebesar 17,7% atau terjadi peningkatan sebesar 82.153 hektare dibandingkan dengan 2019. Peningkatan produksi padi dari 2,16 juta ton gabah kering giling (GKG) menjadi 2,62 juta ton GKG di tahun 2020 atau peningkatan sebesar  20,90 %.

"Demikian halnya dengan produksi komoditas tanaman pangan, perkebunan dan peternakan lainnya yjuga mengalami tren pertumbuhan di tahun 2020 dibanding produksi tahun 2019," kata Arinal dalam dialog virtual Gubernur Lampung Menyapa Desa di Mahan Agung Rumah Dinas Gubernur Lampung, Jalan dr Susilo Bandar Lampung, Kamis, 28 Januari 2021.

Jagung naik sebesar 229.448  ton GKG  atau meningkat 9,66 %, ubi kayu naik 8,27%. Produksi lada tahun 2020 meningkat 3,4% dibanding tahun 2019, populasi sapi potong tahun  2020 meningkat sebesar 13.658 ekor atau naik 1,61%, ayam buras naik 198.843 ekor atau meningkat 1,48%, dan itik naik 14.482 ekor atau meningkat 1,61%.

Berdasarkan status Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2020 secara nasional Provinsi Lampung berada di peringkat 12 dengan nilai IDM Provinsi tahun 2020 sebesar 0,6656 dengan status berkembang.

Khusus di Provinsi Lampung dari 2.435 desa yang tersebar di 203 kecamatan dan 13 kabupaten di Bumi Ruwai Jurai terdapat 6 desa sangat tertinggal, 226 desa tertinggal, 1.812 desa berkembang, 370 desa maju dan 21 desa mandiri. 

Gubernur Arinal mengajak seluruh kepala daerah, pengusaha, dan masyarakat untuk bekerja sama mewujudkan petani dan nelayan sejahtera. Melalui Program Kartu Petani Berjaya harapannya bisa mensejahterakan masyarakatnya apalagi Lampung merupakan lumbung pangan nasional yang mampu menopang kebutuhan pangan DKI Jakarta dan Provinsi lainnya.

"Untuk infrastruktur jalan akan kita selesaikan. Petani menanam, pemerintah dan pengusaha berkontribusi untuk membangun infrastruktur dan pemasarannya. Kita mengajak investor dan instansi terkait terus bersinergi mensuksesnkan program kartu petani berjaya. Lampung ke depannya harus bangkit," kata dia.

Arinal juga mengatakan soal infrastruktur jalan, para bupati diminta untuk melakukan inventarisir jalan mana aja yang perlu perbaikan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Lampung. Jalan-jalan yang menjadi persoalan harus segera diselesaikan sehingga bisa menumbuhkan dan membangkitkan perekonomian masyarakatnya.

"Semua jalan provinsi kita prioritaskan. Di 2021 ini kita siapkan anggaran dan 2022 sudah bagus semua harapannya. Kita upayakan anggaran 3-4 trilliun agar jalan bagus," katanya.

Sementara itu Bupati Lampung Barat (Lambar), Parosil Mabsus mengapresiasi adanya Program KPB yang telah diinisiasi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Ia mengatakan para petani harus mendapatkan dorongan dan terobosan soal produksi pertanian. Pemerintah juga harus mampu mewujudkan petani kaya untuk Indonesia jaya.

"Petani kita saat ini sangat membutuhkan perhatian pemerintah, apalagi saat pandemi Covid-19. Kita terus berupaya mempertahankan kedaulatan pangan. Kemudian petani juga masih mengeluhkan persoalan jalan seperti di Suoh dan Bandar Negeri Suoh. Jalan tersebut harapannya menjadi skala prioritas untuk menjadi mantap di 2021 ini," katanya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait