#Gotongroyong

Gotong Royong Kunci Pembangunan Dusun Simbaringin

Gotong Royong Kunci Pembangunan Dusun Simbaringin
Warga dusun Simbaringin melakukan pengecoran jalan menuju pondok pesantren Raudhatut Thalibin. MTVL/Putri Purnama


Kalianda (Lampost.co) -- Masyarakat Dusun Simbaringin, Desa Sidosari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, kompak bergotong-royong membangun wilayahnya. Diawasi langsung oleh Lurah Sidosari Fadli Irawan, mereka mengecor akses jalan menuju Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin.

Fadli mengatakan pembangunan jalan kecil yang ada di wilayahnya merupakan swadaya dari masyarakat setempat. Hal tersebut dilakukan untuk meng-efisienkan pengeluaran dana desa yang dikucurkan dari pemerintah.

“Minggu kemarin sudah launching jadi kampung tangguh, untuk rumah isolasi ada di Puskesmas. Walaupun dana desa banyak potongannya, tapi kami tetap fokus ke pembangunan jalan-jalan yang masih rusak,” ujarnya saat ikut melaksanakan pengecoran jalan di Dusun Simbaringin, Sabtu, 20 Maret 2021.

Dana desa itu, lanjutnya, tahun 2021 terdapat beberapa potongan yang dimaksudkan untuk dalokasikan ke bidang lain, seperti 8% untuk penanggulangan Covid-19.

“Dana desa nggak sampai Rp1 miliar untuk enam dusun, tapi dipotong 11,5% pajak, BLTDD hampir Rp250 juta untuk 70 warga, belum yang lainnya. Ya habis,” kata dia.

Untuk itu, Fadli berharap kepada warganya agar terus melaksanakan gotong-royong yang saat ini merupakan solusi terbaik dalam membangun desa.

“Kalau dua tahun kedepan semua akses jalan sudah baik, bisa memikirkan lagi gebrakan-gebrakan baru untuk memajukan desa Sidosari ini,” ujarnya.

Salah satu warga dusun Simbaringin Haryono mengatakan, bergotong-royong merupakan solusi terbaik untuk membangun sebuah desa tanpa menggantungkan harapan pada anggaran pemerintah.

“Kalau nunggu anggaran ya nggak tau kapan bisa bagus jalan ini, tapi karena swadaya warga sekitar, perlahan jalan rusak tidak akan terlihat lagi disini (Simbaringin),” kata dia.

Haryono berharap dengan pengecoran jalan menuju Pondok Pesantren ini akan memberikan motivasi kepada anak-anak agar lebih giat dalam menuntut ilmu agama.

“Jadi anak-anak kalau mau berangkat ngaji naik sepeda juga sudah bisa, nggak takut jatuh atau becek. Semua dilaksanakan untuk kepentingan bersama yang lebih baik,” ujarnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait