#lampungselatan#infrastruktur

Gorong-gorong Jalan Lingkungan Ambrol di Palasjaya Lamsel

Gorong-gorong Jalan Lingkungan Ambrol di Palasjaya Lamsel
Pengendara motor saat melintasi gorong-gorong yang ambrol di ruas jalan monosari Dusun Kapling, Desa Palasjaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Kamis, 23 Juni 2022. (Lampost.co/Armansyah)


Kalianda (Lampost.co) -- Gorong-gorong di ruas jalan lingkungan Dusun III Kapling, Desa Palasjaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, ambrol. Ambrolnya gorong-gorong tepat di ruas jalan yang menghubungkan Desa Palasjaya - Desa Mekarmulya itu diduga kerap dilintasi kendaraan bertonase.


Berdasarkan pantauan Lampost.co, gorong-gorong yang ambrol itu memiliki kedalaman sekitar 0,5-1 meter dan diameter sekitar 0,5 meter. Meski masih bisa dilalui, pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melintasi ruas jalan tersebut. Supaya tidak ada korban, warga sekitar memasang rambu-rambu berupa potongan kayu dan ranting-ranting pohon tepat di lokasi ambrolnya gorong-gorong tersebut.

Warga setempat, Wanto, mengatakan gorong-gorong tersebut ambrol sekitar sepekan yang lalu. Padahal, ia menilai gorong-gorong itu masih kokoh. Kini, masyarakat beri tanda khusus supaya tidak ada korban.

"Kalau melihat bangunan gorong-gorong itu masih kokoh, Mas. Cuma enggak tahu kok bisa mulai ambrol. Saat ini masyarakat harus ekstra hati-hati saat melintasi gorong-gorong itu," kata dia ditemui di rumahnya, Kamis, 23 Juni 2022.

Baca juga: Kualitas Gorong-gorong di Sukaraja Lamsel Dipertanyakan

Di sisi lain, Kepala Desa Palasjaya, Sugiarto mengatakan ambrolnya gorong-gorong itu diduga karena kerap dilintasi kendaraan bertonase besar. Ia mengaku kendaraan yang melintas truk muatan gabah.

"Banyak kendaraan bermuatan besar melintasi ruas jalan itu. Kebanyakan kendaraan yang membawa gabah dengan tonase melebihi kekuatan gorong-gorong itu sendiri," ujarnya.

Sugiarto menambahkan pengguna jalan terutama kendaraan roda empat disarankan tidak melintasi ruas jalan tersebut. Sebab, hal itu bisa memperparah kerusakan gorong-gorong.

"Ya, bukan itu saja. Khawatirnya kalau mobil yang lewat, nanti terperosok ke dalam lubang ambrolnya gorong-gorong itu. Lebih baik putar arah saja ke Desa Mekarmulya," kata dia.

 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait