#gojek#tunanetra#disabilitas#wabahcovid-19

Gojek di Mata Disabilitas Netra 

( kata)
Gojek di Mata Disabilitas Netra 
Beragam fitur menu pada aplikasi Gojek. Lampost.co/Dian Wahyu Kusuma


SLAMET Riyadi, seorang disabilitas netra mesti memutar otak saat pandemi Covid-19. Usaha jasa pijitnya nyaris tanpa pelanggan. Apalagi lagi, saat pandemi orang-orang memang menghindari kontak visit.

Slamet biasanya mematok harga Rp75ribu untuk 90 menit waktu memijit. Ia bercerita pelanggannya yang royal bahkan memintanya memijit meski dalam kondisi hujan. Nah, saat itu layanan ojek daring atau go car menjadi andalannya. "Mereka (pelanggan) sibuk, jadi walau hujan tetap minta pijit meski dengan ongkos transport yang lebih mahal," ujar Slamet (24/20/2020).

Slamet melanjutkan, Ia juga pernah tergabung dalam fitur Go Massage Milik Gojek sejak awal 2019. Sayangnya layanan itu kemudian ditutup sejak pandemi Covid-19 tahun ini. 

"Kalau di Jakarta dan Kota besar teman-teman saya masih eksis. Kalau di sini, jasa pijat masih dipandang sebelah mata, kadang masih dibayar seikhlasnya," ungkapnya. 
 
Ia mengaku merasa terbantu dengan layanan gojek. Meski Slamet seorang disabilitas netra, tapi Ia masih dapat menggunakan ponsel pintarnya untuk memesan ojek daring. Ponsel bisa diatur dengan layanan aksesibilitas talk back, sehingga ponsel bisa mengeluarkan suara yang mudah dioperasikan bagi netra. 
 
Slamet Riyadi mengalami glaukoma atau pengerasan bola mota dan kerusakan syaraf mata sejak kecil. Namun, mulai kelas 2 SMP, mata kirinya mulai terasa bermasalah. Sejak itu, berangsur-angsur tak dapat melihat. 

Warga Desa Labuhan Ratu Raya, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung ini juga melayani jasa pijat di rumahnya. Sebelah teras rumahnya, ia siap kan satu ruangan berisi dipan kasur. "Ruang pijit atau kantor, " Ia menyebutnya. 

Ia bercerita, ada driver gojek sempat heran karena Ia bisa memesan sendiri ojek daring lewat Android. 

"Yang pesenin gojek siapa pak," Tanya driver Kepada Slamet. 
"Pak Slamet itu siapa?" lanjutnya driver itu. 
"Saya, Pak Slamet, saya yang mesen sendiri," terang Alumnus ilmu komunikasi Universitas Muhammadiyah Lampung itu, sambil tertawa. 

Driver itu tercengang, belum banyak yang mengetahui seorang disabilitas netra bisa memesan ojek daring. 

Selain Slaves Riyadi, ada juga Slamet B, warga perumanas Way Kandis Bandar Lampung, yang juga disabilitas netra menjadi pelanggan setia GoJek. Di androidnya, ia pasangan aplikasi vocaliser smart voice. "Semua Android sudah ada talk back tinggal pasangan aplikasi tambahan," kata Slamet. 

Ia bahkan sudah memiliki lebih dari 1.000 point di aplikasi Gojek. Ia menuturkan, menjadi netra bukan menjadi hambatan untuk punya usaha. Terbukti Ia memiliki panti pijat di Sukarame, Bandar Lampung.

Slamet menuturkan tak takut memesan ojek daring, karena ia menerapkan protokol kesehatan diantaranya selalu memakai masker saat pergi. 

Apa yang dilakukan Slamet ini rupanya menjadi konsen Gojek, dengan memperkenalkan inisiatif Jaga Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan atau dikenal dengan J3K guna memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi pelanggan di tengah pandemi global COVID-19. 

Inisiatif J3K ini merupakan upaya Gojek dalam memastikan seluruh ekosistem termasuk mitra dan pelanggan dapat tetap beraktivitas dan menjalani keseharian dengan produktif. 

Chief of Corporate Affairs Gojek Nila Marita mengatakan inisiatif J3K hadir tanpa ada biaya tambahan. 

“Sejak awal pandemi, Gojek telah melakukan berbagai penyesuaian yang mengedepankan aspek kesehatan pada setiap layanan. Memasuki tatanan hidup baru, Gojek terus berinovasi untuk mendukung masyarakat menjalankan kesehariannya dengan mengedepankan tiga aspek utama, yaitu kesehatan, kebersihan, dan keamanan," ujarnya.  

"Kami percaya bahwa rasa aman dan nyaman harus diberikan kepada setiap mitra, pelanggan, dan masyarakat luas, ujar nya. 

Prosedur lain untuk jaga keamanan adalah adanya sekat pelindung di GoCar dan GoRide, kewajiban driver menggunakan masker dan anjuran penggunaan sarung tangan, imbauan penumpang membawa helm SNI milik pribadi, hingga tersedianya Zona NyAman J3K bagi pelanggan untuk keamanan dan kenyamanan berkendara. 

Slamet penyandang disabilitas netra, Minggu 25 Oktober 2020. Lampost.co/ Dian Wahyu Kusuma

Fitur Verifikasi Muka Mitra Driver

Sementara itu Gojek juga meningkatkan keamanan pelanggan dan mitra melalui inovasi baru Verifikasi Muka mitra driver yang berfungsi melakukan verifikasi identitas mitra sebelum menerima pesanan pelanggan. Fitur Verifikasi Muka atau facial recognition ini adalah teknologi pengenalan wajah lewat ‘selfie’ baik saat pertama kali login di aplikasi ataupun secara acak saat mitra driver sedang mengaktifkan aplikasi. 
 
Fitur ini merupakan bagian dari komitmen Gojek untuk terus menjaga keamanan seluruh ekosistemnya melalui berbagai inovasi, serta menjawab kebutuhan mitra dan pelanggan akan layanan yang semakin aman dan nyaman. Fitur Verifikasi Muka ini memperkuat inisiatif #AmanBersamaGojek yang telah diluncurkan di awal tahun 2020 ini.

Hans Patuwo, Chief of Operations Officer Gojek mengatakan keberadaan teknologi Verifikasi Muka pada aplikasi driver, sangat krusial bagi keamanan ekosistem Gojek secara keseluruhan. “Mitra Driver merupakan salah satu pihak yang memiliki peranan penting dalam seluruh aktivitas maupun transaksi dalam ekosistem Gojek. Fitur Verifikasi Muka dapat menjamin kesesuaian data dan informasi sekaligus melindungi keamanan akun mitra driver dari potensi tindak kejahatan atau penyalahgunaan akun. Bagi pelanggan, penerapan fitur ini di aplikasi driver memastikan pengalaman yang aman dan nyaman saat menggunakan layanan Gojek, " ujar nya. 

Dalam menghadirkan fitur Verifikasi Muka, Gojek mempertimbangkan kemudahan serta kenyamanan mitranya. Untuk itu, Gojek menerapkan verifikasi muka, teknologi canggih dengan tingkat akurasi tertinggi. Hal ini membuat proses verifikasi berlangsung dalam waktu yang singkat, sehingga tidak mengganggu mitra driver saat harus melakukan verifikasi sebelum maupun setelah menjalankan transaksi.

Saat disinggung soal fitur terbaru ini, Slamet Riyadi dan Slamet B mengaku belum mempraktikannya. Mereka berharap fitur terbaru gojek ini mudah digunakan dan semakin membantu aktivitas mereka.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait