koronacovid-19inggris

Giliran Tiongkok Larang Penerbangan dari Inggris

Giliran Tiongkok Larang Penerbangan dari Inggris
Tiongkok larang penerbang dari dan menuju Inggris. Foto: AFP


Beijing (Lampost.co) -- Tiongkok akan menangguhkan penerbangan langsung ke dan dari Inggris. Hal ditegaskan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin, terkait munculnya varian baru virus covid-19.

"Setelah banyak pertimbangan, Tiongkok telah memutuskan untuk mengambil referensi dari negara lain dan menangguhkan penerbangan ke dan dari Inggris," kata Juru Bicara Wang Wenbin kepada wartawan, seperti dikutip AFP, Kamis 24 Desember 2020.

“Pemerintah Tiongkok akan memantau perkembangan yang relevan dan secara dinamis menyesuaikan langkah-langkah pengendalian tergantung pada situasi," imbuh Wang.

Keputusan dari Negeri Tirai Bambu ini sebagai yang terbaru dari banyak negara yang telah menerapkan hal serupa. Mereka memberlakukan larangan perjalanan ke Inggris demi mencegah penyebaran virus baru ke perbatasan mereka. Negara dan wilayah lain yang melakukan pelarang termasuk Singapura, Hong Kong, India, dan beberapa negara Uni Eropa.

Pemerintah Inggris pun telah menerapkan pembatasan gerak akibat covid-19 di level tier 4. Ini adalah yang paling ketat karena jenis virus yang "tidak terkendali" dan bisa mencapai 70 persen lebih banyak ditularkan daripada yang asli. Tentunya bila terus merebak, dapat mendorong jumlah kasus ke tingkat tinggi.

"Dengan latar belakang meningkatnya infeksi, meningkatnya rawat inap dan meningkatnya jumlah orang yang meninggal akibat virus korona, sangat penting bagi kami untuk bertindak," sebut Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock pada Rabu.

"Kita tidak bisa merayakan Natal yang kita semua dambakan,” jelas Hancock.

Saat ini ada delapan penerbangan mingguan antara Tiongkok daratan dan Inggris, menurut penyedia data penerbangan Variflight. Ini termasuk masing-masing satu penerbangan oleh Air China, China Eastern Airlines dan China Southern Airlines.

British Airways mengoperasikan dua penerbangan seminggu dari London ke Shanghai.
 

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait