#buras#virus-corona#kesehatan

Giliran New York Darurat Corona!

( kata)
Giliran New York Darurat Corona!
Ilustrasi Pixabay.com

H. Bambang Eka Wijaya

GUBERNUR New York Andrew Cuomo Sabtu (7/3/2020) mengumumkan keadaan darurat corona di wilayahnya. Kondisi darurat atau outbreak itu ditetapkan ketika coronavirus baru menyebar di negara bagian itu dengan 21 kasus baru.

"Sebanyak 76 orang sejauh ini dinyatakan positif mengidap virus tersebut," ujar Cuomo kepada wartawan. Sepuluh dari mereka yang terdampak telah dirawat di rumah sakit.

Menurut Cuomo, 57 orang dari mereka yang terinfeksi memiliki hubungan dengan komunitas Yahudi Ortodoks di New Rochelle, sebuah kota di Westchester County, 20 mil (32 kilometer) barat laut New York.

"Westchester adalah masalah yang jelas. Kami bicara tentang penularan dalam kelompok. Kelompok cenderung menginfeksi lebih banyak orang," ujar Cuomo dikutip detiknews dari AFP, Minggu (8/3/2020).

Dalam upaya memperlambat penyebaran virus, rumah dan fasilitas perawatan di daerah New Rochelle dinyatakan tertutup, melarang kunjungan oleh orang luar.

"Kami sangat berhati-hati," kata Cuomo. Dia mengatakan periode karantina 14 hari untuk orang yang terinfeksi mungkin diperpanjang.

Gubernur juga memperingatkan para pengusaha toko agar tidak mengeksploitasi situasi dengan menaikkan harga produk-produk terkait virus. "Kami memiliki laporan toko yang menjual pembersih tangan seharga 80 dolar per botol. Itu tidak sepadan dengan pemilik toko," tegas Cuomo.

Amerika Serikat telah menemukan lebih dari 200 kasus virus corona baru, termasuk 19 kematian, menurut penghitungan resmi yang dikumpulkan AFP. Enam belas kematian dikaitkan dengan rumah pensiun Washington, di sudut barat laut negara itu.

Tertekan serangan virus corona yang terlambat dicegahnya, Presiden Trump menyalahkan mantan Presiden Obama, yang ditudingnya menciptakan prosedur terlalu lama pengujian di laboratorium.

Namun kalangan Partai Republik sendiri menyatakan klaim Trump tidak akurat. Taylor Haulsee, asisten senator Lamar Alexander, mengatakan pemerintahan Obama memang sempat mengajukan proposal “pengawasan lebih” untuk Food ang Drug Administration (FDA) pada pengujian diagnostik. Tapi proposal itu tidak pernah berlaku.

Di sisi lain, Gedung Putih memberlakukan protokol jauh lebih ketat untuk melindungi Presiden Trump dari virus corona dengan memperketat peraturan pengunjung. Para tamu harus mengungkap semua negara yang dikunjunginya dalam 30 hari terakhir.

Langkah lebih lanjut ditetapkan kelompok yang dipimpin wakil kepala staf Gedung Putih untuk operasional, Tony Ornato. ***

EDITOR

Bambang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar