#gizi#kesehatan#ggf#ekbis

GGF Dukung Pemenuhan Gizi Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19

( kata)
GGF Dukung Pemenuhan Gizi Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19
Edukasi anak gemar makan buah oleh Sunpride (foto diambil sebelum pandemi Covid-19). Dok/Sunpride.co.id


Bandar Lampung (Lampost.co): Great Giant Foods (GGF) terus konsen terhadap pemenuhan gizi seimbang masyarakat dan anak-anak di Indonesia, salah satunya di wilayah Lampung. Di tengah wabah Covid-19 yang saat ini melanda, GGF juga semakin konsen memberikan dukungan pemenuhan asupan gizi masyarakat dengan memberikan bantuan buah-buahan dan olahan makanan sehat untuk mendukung kesehatan masyarakat agar tetap kuat menjaga kesehatan atau imunitas dari serangan virus korona (Covid-19).

Head of Project Management PT Segar Sewu Nusantara Lutfiani Azwawie mengatakan PT Segar Sewu Nusantara atau yang lebih dikenal dengan nama Sunpride dibawah naungan GGF menjadi perusahaan yang bukan hanya mementingkan bisnis dan keuntungan semata. Namun, menutrisi dan melengkapi gizi masyarakat merupakan tanggung jawab perusahaan.

Hal itu secara langsung juga didukung, karena Supride merupakan perusahaan yang bergerak pada produksi buah-buahan seperti buah lokal diantaranya pisang canvendish, pisang mas, melon, jambu kristal, nanas honi, pepaya, mangga, jeruk, salak, dan markisa. Selanjutnya buah mancanegara diantaranya kiwi sungold zespri, kiwi green zespri, pear golden, pear singo, pear century, pear honeybelle, dan berbagai jenis apel. Semua produk buah Supride mengandung kaya vitamin, mineral, dan serat pangan yang baik untuk kesehatan.

Lutfiani mengatakan di tengah wabah pandemi Covid-19, pihaknya menyalurkan bantuan buah segar sebanyak 71 ton kepada 74 rumah sakit dan 54 institusi se-Lampung.

"Sunpride tidak hanya jualan buah saja. Kita juga support pemerintah dan tenaga medis dengan mendonasi buah-buahan segar pada program Sunpride Peduli," kata Lutfiani dalam Webinar GGF Lampung, Selasa, 11 Agustus 2020.

Menurutnya, mengonsumsi buah-buahan sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Dengan imunitas atau kekebalan tubuh yang baik, kondisi tubuh seseorang akan kuat menangkal serangan penyakit atau virus, salah satunya virus Covid-19.

"Makan buah sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh, karena buah-buahan banyak mengandung enzim yang baik untuk pencernaan, banyak vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Senjata kita yang paling kuat yaitu memperkuat sistem imunitas tubuh. Meningkatkan kesehatan kita salah satunya cukup mengonsumsi buah-buahan," kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana mengatakan usia produktif di Lampung menjadi jumlah yang paling banyak terserang Covid-19. Hal itu terjadi karena pola mobilisasi atau aktivitas di usia produktif sangat padat dan luas.

Reihana mengatakan virus korona sudah banyak menelan korban jiwa di Lampung, sementara pasien positif Covid-19 setiap harinya terus mengalami peningkatan.

Dia mengatakan upaya pencegahan akan penularan Covid-19 dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat sesuai protokol kesehatan Covid-19 yaitu menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau dengan hand sanitizer, serta menjaga jarak aman dengan orang lain. 

Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan dan Penganggulangan Covid-19 Provinsi Lampung itu, menjaga asupan nutrisi bagi tubuh sangat penting untuk meningkatkan sistem imunitas atau kekebalan tubuh dari serangan Covid-19. Salah satunya dengan mengonsumsi buah-buahan yang cukup.

 

Mutu dan Kualitas Buah-Buahan Sunpride Terjamin

Lutfiani menambahkan produk buah-buahan yang dipasarkan PT Segar Sewu Nusantara (Sunpride) memiliki standar kualitas dan mutu yang terjamin. Buah-buahan dari Sunpride dihasilkan dari tanah Lampung. Dikelola oleh tenaga ahli hingga pekebun yang berasal dari orang-orang asli Indonesia.

Lutfi mengatakan mulai dari proses penanaman, perawatan, pemanenan, pengemasan, hingga distribusi buah-buahan dilakukan pada satu lahan yang terintegrasi. Sunpride juga menerapkan praktik budidaya tanaman buah yang tidak menggunakan bahan kimia, sehingga buah-buahan yang dipasarkan bebas dari bahan-bahan berbahaya.

Proses pengemasan buah Sunpride dilakukan menggunakan standarisasi dan mutu yang tinggi. Foto: Google Images

"Kita satu-satunya pemegang sertifikasi Good Agricultural Practices (GAP). Kita sudah bisa menembus pasar Jepang yang menerapkan pola yang sangat ketat untuk keamanan pangan. Kita sudah ekspor ke 61 negara, masuk 7 dari top and larger retailer di dunia dan 5 top ten global. Ini membuktikan buah-buahan yang dihasilkan dari kita (Sunpride) kualitasnya sangat baik," kata dia.

Tidak hanya itu, lanjut Lutfiani, jaringan pendistribusian buah-buahan juga diterapkan dengan manajemen yang sangat baik. Mulai menggunakan packing house yang tersertifikasi, pengemasan yang baik, dan menjaga suhu penyimpanan buah. Sehingga buah-buahan sampai di tangan konsumen tetap dalam kondisi segar tanpa mengurangi nutrisi yang terkandung didalamnya.

"Mulai dari tanam, perawatan, panen, packing hingga distribusi, dilakukan dengan safety management. Dari hulu ke hilir, dari petik sampai packing itu hanya dalam hitungan jam," ujarnya.


Tanggungjawab Perusahaan Membantu Pemenuhan Gizi Anak Menjadi Program Rutin

Healt Campaign Spesialist GGF, Nanda D. Syahpradana, mengatakan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), GGF rutin memberikan bantuan pemenuhan gizi seimbang kepada anak-anak dan masyarakat di Lampung, khususnya masyarakat di sekitar perusahaan.

Dia mengatakan GGF konsen dengan isu stunting atau gizi buruk. Menurutnya, Indonesia menjadi wilayah stunting tertinggi di dunia setelah Laos. Sementara di Lampung terdapat empat wilayah yang masuk prioritas program bebas stunting oleh GGF.

"Kita turut andil memberikan nutrisi kepada masyarakat berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota. Seperti di Lampung Tengah ditargetkan bebas stunting pada 2023, di 2019 awal kita sudah launching program. Kita membagikan buah-buahan dan susu produk kita sebagai nutrisi yang sifatnya fundamental. Kita menargetkan anak-anak usia dini tidak lagi kekurangan nutrisi," kata Nanda.

Nanda menambahkan pihaknya juga memiliki program edukasi nutrisi dengan target wanita subur, ibu hamil, dan ibu menyusui. "Pada program ini, tujuannya agar ibu-ibu mengerti dan paham memberikan nutrizi dan gizi yang baik pada diri sendiri dan anak," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga memiliki program `Rumah Pangan Lestari` yang bisa dikelola sendiri oleh masyarakat dan kelompok wanita tani. Tujuannya untuk memberdayakan para kaum ibu untuk mengisi kesibukan selain perannya sebagai ibu rumah tangga (IRT).

Menurut Nanda, dengan program Rumah Pangan Lestari, para kaum ibu rumah tangga juga memiliki akivitas produktif dengan memberdayakan pekarangan rumah untuk pangan keluarga. Pada program (Rumah Pangan Lestari) ini, pekarangan rumah jadi target untuk ditanami sayuran dan buah-buahan, sehingga akses kebutuhan nutrisi pangan untuk keluarga terpenuhi dengan jangkauan lebih dekat dan mudah didapat.

"Sudah ada 200 rumah tangga kita berdayakan di Lampung Tengah. Pemberdayaan ini kita lakukan jauh sebelum pandemi Covid-19. Testimoninya, saat pandemi Covid-19 melanda, meraka (ibu rumah tangga) merasakan manfaat menanam sayuran dan buah. Mereka tidak perlu jauh-jauh lahi ke pasar dan bertemu dengan banyak orang. Mereka sekarang lebih mudah mengakses kebutuhan sayuran keluarga," pungkas dia.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar


Berita Terkait