#bmkg#gerhanabulan#gerhana#beritalampung

Gerhana Bulan Total Tidak Berpengaruh Besar Pada Gelombang Laut

Gerhana Bulan Total Tidak Berpengaruh Besar Pada Gelombang Laut
Dok/BMKG


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) – Gerhana bulan total (GBT) yang terjadi pada Sabtu (28/7/2018) besok yang kontak pertama gerhana pukul 00.14 dan puncak pukul 03.21, tidak berpengaruh besar pada gelombang air laut. Dampak dari gerhana sebatas pasang surut air laut dan tidak menimbulkan tsunami.

Salah satu pengajar di program studi Sains Atmosfer dan Keplanetan Institut Teknologi Sumatera, Robiatul Muztaba kepada Lampost.co Jumat (27/7/2018) mengatakan gerhana bulan total atau disebut blood moon terjadi karena atmosfer bumi membiaskan cahaya dari matahari.

Ia mengatakan, fenomena gerhana bulan total tersebut tidak berpengaruh besar pada gelombang air laut. Konfigurasi matahari, bumi, dan bulan, menurutnya itu hanya sebatas pasang surut air laut dan tidak sampai menimbulkan tsunami.

“Dampak dari blood moon tetap ada tetapi hanya sebatas pasang surut air laut saja dan tidak menimbulkan tsunami. Tsunami terjadi salah satunya disebabkan oleh gempa bumi,” ujar dia.

Pada gerhana mahahari total, menurutnya Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) juga akan mengamati fenomena tersebut di lingkungan Itera. Menurutnya, Itera meyediakan lima teleskop yang dapat digunakan masyarakat luas.

“Pada blood moon yang berlangsung mulai pukul 00.14 dan puncak gerhana pukul 03.21, OAIL Itera turut serta mengamatinya. Bagi masyarakat hendak mengamatinya, dapat mendatangi Itera pada jam tersebut. Di Itera menyediakan lima unit teleskop,” kata dia.

EDITOR

Yusmart Dwi Saputra/

loading...




Komentar


Berita Terkait