#gerhanabulan#gerhanamatahari#peristiwa#beritalampung

Gerhana Bulan Penumbra jadi Peristiwa Akhir Gerhana di 2020

Gerhana Bulan Penumbra jadi Peristiwa Akhir Gerhana di 2020
Tim Itera mengamati gerhana bulan penumbra dari roof top Labtek 2 kampus setempat menggunakan teleskop Lunt, Senin (30/11/2020). Puncak penumbra di Bandar Lampung terjadi pada pukul 18.02. LAMPUNG POST/DELIMA NATALIA NAPITUPULU


Bandar Lampung (Lampost.co): Akhir tahun 2020 ditutup dengan sebuah fenomena astronomi yang sangat menarik. Masyarakat Lampung, Senin, 30 November 2020, pukul 18.02 dapat menyaksikan fenomena astronomi gerhana bulan penumbra. Fenomena itu sukses menarik perhatian orang yang menunggu kejadian ini, meskipun penampakan gerhana bulan penumbra sempat tertutup awan karena pengaruh cuaca.

Dosen Sains Atmosfer dan Keplanetan Itera, Achmad Zainur Rozzykin, mengatakan bahwa gerhana bulan penumbra kali ini termasuk dalam Seri Saros 116 gerhana ke-58 dari 73 gerhana dimana agnitudo penumbra bernilai negatif. Dengan demikian hanya sebagian permukaan bulan yang masuk ke dalam bayangan penumbra. Oleh karena itu, gerhana bulan kali ini disebut sebagai gerhana bulan penumbra parsial.

“Wilayah di Indonesia seluruhnya dari Sumatera hingga Papua dapat menyaksikan seluruh fase gerhana mulai dari kontak awal, puncak gerhana hingga kontak akhir," kata dia, dalam pengamatannya langsung di rooftop Laboratorium Teknik 2, Itera.

Dia menerangkan bahwa gerhana bulan penumbra secara kasat mata memang tampak nyaris sama sebagaimana bulan purnama pada biasanya. Akan tetapi, pada permukaan bulan akan tampak sedikit lebih redup ketika sebagian besar permukaan bulan memasuki bayangan penumbra.

Untuk melihat fenomena gerhana bulan penumbra dengan baik, akan tampak lebih jelas jika cuaca cerah dan bebas dari polusi cahaya serta penghalang yang menghalangi medan pandang.

"Saat ini kita kurang beruntung, karena cuaca yang sedikit berawan menyebabkan penampakkan gerhana tidak terlalu jelas bahkan hilang. Namun ada kala dalam hitungan detik awan bergeser dan kita dapat mengamati," kata dia.

Dosen muda ini juga menjelaskan bahwa khusus di wilayah Indonesia mendapat kesempatan langka karena pada saat bulan terbit di arah timur, bulan sedang dalam proses terjadinya gerhana dan menuju akhir gerhana.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait