#INVESTASI#JAKARTA

Geografi dan Populasi Indonesia Dilirik Investor

Geografi dan Populasi Indonesia Dilirik Investor
Ekonomi Indonesia. (Foto: MI)


Jakarta (Lampost.co) -- Chairman Hamerslag Private Mychal Jefferson menjelaskan Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia. Dia mengatakan kekuatan ekonomi Indonesia berdasarkan geografi dan populasi. Pilar terpenting yang dimiliki Indonesia adalah lokasi, sumberdaya alam dan sumber daya manusia, terutama generasi muda.

"Dan kami sebagai investor sangat tertarik untuk ikut berinvestasi di Indonesia," ujar dia saat berbicara di webinar Road to New York, Indonesia Investment Forum, dikutip dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 7 Juli 2022.
 
Ucapan ini disambut Direktur Investasi Dayamitra Telekomunikasi Hendra Purnama yang mengatakan kebutuhan jaringan infrastruktur di Indonesia semakin besar untuk menjemput potensi ekonomi digital.
 
"Program Infrastruktur Telekomunikasi oleh Mitratel juga terus bertumbuh dengan kebutuhan jaringan 5G, smart city, dan pengembangan jaringan di IKN atau Ibu Kota baru di Indonesia yang memerlukan dana investasi besar dengan return paling menarik secara global," lanjut Hendra.

Presiden Direktur Waskita Karya Destiawan Soewardjono menjelaskan sebagai salah satu perusahaan infrastruktur terbesar di Indonesia, Waskita memiliki daftar panjang dan kebutuhan proyek infrastruktur yang sangat banyak.
 
"Untuk itu kami siap berkolaborasi kepada para investor untuk datang ke Indonesia membangun 17 ribu pulau di Indonesia," jelas dia.  

Baca juga: Foila Fasilitasi Pemprov Lampung dan Investor untuk Way Laga Bizpark 

Founder & Chairman Indonesia Investment Forum Christovita Wiloto mengatakan Indonesia memiliki kebutuhan yang sangat tinggi akan investasi, serta peluang investasi yang sangat besar bagi seluruh investor global
 
Christovita Wiloto menyampaikan tujuan Indonesia Investment Forum untuk menjembatani kebutuhan investasi pelaku bisnis dan juga pemerintah daerah dari Sabang sampai Merauke di Indonesia, dengan para investor global.
 
"Khususnya mengenai pertumbuhan yang terus  berlanjut dan kebutuhan pembiayaan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia yang semakin meningkat," jelas dia.
 
New York, Indonesia Investment Forum fokus membahas kebutuhan investasi per sektor industri di Indonesia. Yaitu industri infrastruktur, pertanian, manufaktur, properti, perbankan dan keuangan, kesehatan, pendidikan, pariwisata, logistik, perkebunan dan kehutanan, satelit dan telekomunikasi Energi, minyak dan gas, mineral dan batu bara, perikanan, penerbangan, dan startup.
 
"Kemudian pada September, Oktober, dan November 2022 kami akan mengadakan konferensi langsung di New York City," jelas Christovita Wiloto.

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait