#geng#penculikan

Geng Haiti Penculik 17 Misionaris AS Minta Tebusan Rp239 Miliar

Geng Haiti Penculik 17 Misionaris AS Minta Tebusan Rp239 Miliar
Aktivitas warga Haiti di sebuah pasar di Les Cayes, 23 Agustus 2021. (Richard Pierrin / AFP)


Port-au-Prince (Lampost.co) -- Geng kriminal yang menculik sekelompok misionaris Amerika Serikat (AS) dan Kanada di Haiti akhir pekan kemarin meminta uang tebusan sebesar USD17 juta atau setara Rp239 miliar. Menurut laporan Wall Stret Journal (WSJ), mengutip Menteri Hukum Haiti Liszt Quitel, sebuah geng kriminal meminta uang tebusan USD1 juta per satu misionaris.

 

Penculikan 17 misionaris AS terjadi saat mereka mengunjungi sebuah panti asuhan dekat Port-au-Prince pada Sabtu kemarin. Para korban meliputi 16 warga AS dan satu Kanada. Lima dari mereka adalah anak-anak.

Otoritas Haiti mengidentifikasi penculik 17 misionaris AS tersebut sebagai geng kriminal bernama 400 Mawozo yang selama ini aktif di Port-au-Prince.

Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Biro Investigasi Federal (FBI) secara aktif berusaha menyelamatkan para misionaris AS di Haiti.

"Kami mencoba membebaskan mereka tanpa membayar uang tebusan," kata Quitel kepada WSJ.

"Jika uang tebusan dibayarkan, mereka akan menggunakannya untuk membeli lebih banyak senjata dan amunisi," sambung dia, dilansir dari Anadolu Agency, Selasa, 19 Oktober 2021.

Quitel mengatakan, 400 Mawozo juga pernah menculik sekelompok tokoh agama Katolik pada April lalu. Setelah uang tebusan dibayarkan, 400 Mawozo membebaskan lima pastor, dua biarawati, dan tiga saudara mereka.

"Itu adalah hasil terbaik dari situasi ini," tutur Quitel.

EDITOR

Winarko


loading...



Komentar


Berita Terkait