#Demokrasi#Politik#GenerasiZ

Generasi Z Mulai Tertarik Urusan Politik

Generasi Z Mulai Tertarik Urusan Politik
Ilustrasi. Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi-Sosial (LP3ES) menyebut generasi Z mulai tertarik isu politik. Hal itu terlihat berdasarkan hasil pemantauan netizen menyikapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menginginkan pemerintah dikritik.
 
"Ini mudah-mudahan menjadi titik cerah bagi demokrasi Indonesia di mana generasi Z sudah mulai tertarik terhadap politik," kata Direktur Center for Media and Democracy LP3ES Wiji Wijayanto dalam diskusi virtual LP3ES, Jumat, 19 Februari 2021.

Dia menjelaskan terdapat 126.970 pengguna akun media sosial, Twitter, yang mengomentari pernyataan Presiden selama 12-19 Februari 2021. Sebanyak 25,6 persen pengguna media sosial yang mengomentari keinginan pemerintah dikritik berumur 18 tahun.

Selanjutnya, 44 persen terpantau berusia 19-29 tahun, 11,3 persen berusia 30-39 tahun, dan 18,76 persen berusia di atas 40 tahun. Menurut dia, temuan ini harus menjadi perhatian bagi pemerintah. Eksekutif tidak bisa lagi beranggapan masyarakat tidak peduli terhadap kebijakan atau produk hukum yang dibuat.
 
"Ternyata generasi Z ini sudah peduli pada peristiwa seperti ini," ungkap dia.

Dia menyampaikan penilaian publik terhadap pernyataan Presiden yang meminta masyarakat mengkritik pemerintah mayoritas negatif. Jumlahnya sekitar 44 persen.
 
Dari analisis emosi sentimen negatif tersebut, netizen memunculkan ketakutan. Hal itu terlihat dari 2.900 respon atau postingan pengguna media sosial.
 
"Jumlahnya mencapai 2.900 twit ya. Melampui emosi lain, ada joys (kegembiraan) 1.100 (unggahan), dan (emosi) marah (berjumlah) seribu," ujar dia.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait